Tes Acak 6.742 Pemudik Lebaran, Sebanyak 4.123 Orang Positif Covid-19

Sebanyak 41.097 kendaraan diputar balik dari jalur mudik lebaran serta ditemukan 306 travel gelap.
Image title
10 Mei 2021, 16:10
covid-19, virus corona, mudik, lebaran
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.
Petugas melakukan swab test antigen kepada pengunjung Rest Area 102 A Tol Cipali, Subang, Jawa Barat, Jumat (7/5/2021). Pemerintah menemukan lebih dari 4.000 pemudik terinfeksi Covid-19.

Pemerintah menemukan adanya ribuan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran ternyata terinfeksi Covid-19. Dari pemeriksaan acak terhadap sekitar enam ribu pemudik, sebanyak 4.123 orang dinyatakan positif virus corona.

Dari pemudik yang positif itu, sebanyak 1.686 orang menjalankan isolasi mandiri. Selain itu, ada pula 75 orang yang dirawat di rumah sakit. "Jumlah pemudik yang random testing dari 6.742 orang, konfirmasi positif sebanyak 4.123 orang," kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto usai rapat dengan Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (10/5).

Selain itu, aparat keamanan juga menindak kendaraan yang melanggar larangan mudik. Sebanyak 41.097 kendaraan diputar balik dari jalur mudik serta ditemukan 306 travel gelap.

Sebagaimana diketahui, berbagai cara digunakan oleh warga yang nekat mudik. Pada Jumat (7/5) misalnya, personel Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencegat sebuah ambulans yang membawa pemudik melewati Gerbang Tol Cikarang 1, Bekasi, Jawa Barat.

Advertisement

Selain itu, modus truk pengangkut sayur dari Cibitung yang membawa pemudik ke Karawang juga terungkap. Begitu pula sejumlah travel gelap yang ketahuan mengangkut pemudik dipaksa putar balik.

Patroli laut yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan juga menggagalkan rombongan warga yang nekat mudik melalui jalur laut di perairan Teluk Jakarta, Ahad (9/5). Mereka hendak mudik dari Jakarta menuju Cirebon (Jawa Barat).

Personel patroli Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Priok juga mencegah laju tiga kapal nelayan yang ingin mudik ke Karawang, Subang, Indramayu, dan sekitarnya melalui perairan Teluk Jakarta. Mereka menempuh jalur laut karena ketatnya penyekatan di stasiun, bandara dan jalan tol, jalan arteri, hingga jalan tikus.

Alasan pemerintah melarang mudik karena pergerakan orang dinilai memicu kerumunan. Ini lantaran lautan manusia adalah situasi yang paling memungkinkan terjadinya penularan virus corona.

Sedangkan Presiden Joko Widodo mencatat hasil survei menunjukkan masih ada 18,9 juta orang atau 7 persen penduduk ingin pulang kampung di tengah pagebluk. Jutaan orang yang akan pulang kampung di tengah Covid-19 ini tetap merisaukan Presiden.

Untuk itu, Jokowi meminta sosialisasi larangan mudik harus terus dilakukan sehingga jumlah pemudik bisa ditekan. Selain itu, pemerintah daerah diminta menekankan masyarakat untuk patuh protokol kesehatan.

Reporter: Rizky Alika

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait