1,4 Juta Vaksin Sinopharm Tiba, Kadin Kebut Vaksinasi Gotong Royong

Secara total BUMN akan mendatangkan 15 juta vaksin Sinopharm untuk program vaksinasi Gotong Royong
Ameidyo Daud Nasution
13 Juli 2021, 15:47
vaksin, covid, corona, kadin
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.
Petugas medis menunjukkan vaksin sinopharm di Sentra Vaksinasi Gotong Royong Perbanas, Lapangan Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (19/6/2021). Kadin dan Kementerian BUMN menerima kedatangan 1,4 juta vaksin Sinopharm pada Selasa (13/7).

Jumlah vaksin Covid-19 yang diterima Indonesia semakin bertambah usai pemerintah menerima kedatangan 1,4 juta dosis merek Sinopharm di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (13/7). Vaksin ini akan digunakan untuk program vaksin gotong royong yang sedang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Vaksin ini didatangkan oleh PT Kimia Farma Tbk dan akan digunakan Kadin untuk vaksinasi pelaku usaha.  Kadin berharap dengan adanya tambahan vaksin ini maka pengusaha bisa memacu pemberian vaksin kepada pekerja dan keluarganya.

“Kami juga berharap herd immunity bisa cepat tercipta khususnya di lingkungan kerja dan merata di seluruh Indonesia,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaya Kamdani dalam konferensi pers virtual, Selasa (13/7).

 

Advertisement

Dengan percepatan vaksinasi, maka kegiatan ekonomi dan produktivitas bisa segera pulih. Shinta juga menyampaikan bahwa Kadin juga telah menyiapkan langkah lain untuk membantu pemerintah menghadapi Covid-19.

“Kami membangun juga sentra-sentra vaksinasi di kawasan industri, membangun rumah oksigen dan bentuk-bentuk bantuan lain yang untuk bisa kita bersama-sama memerangi pandemi ini,” katanya.

Sedangkan Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury mengatakan selain 1,4 juta dosis, pemerintah akan menerima kedatangan empat juta dosis vaksin merek yang sama pada Jumat (16/7) mendatang. Secara total, akan ada 15 juta dosis Sinopharm yang akan digunakan untuk program Gotong Royong.

Vaksin Sinopharm merupakan vaksin dengan platform inactivated dan sudah menerima izin penggunaan darurat dari WHO pada bulan Mei tahun 2021 ini. Vaksin ini juga sudah memperoleh persetujuan di 56 negara dan memiliki efikasi sebesar 79%.

“Ini akan menambah optimisme dan mempercepat vaksinasi dalam penanggulangan Covid-19,” kata Pahala.

Reporter: Mela Syaharani (magang)

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait