Kasus Covid-19 RI Tambah 16.899, Tren Kenaikan Terjadi di Papua

Pemerintah juga melaporkan adanya tambahan pasien Covid-19 yang meninggal sebanyak 889 orang.
Ameidyo Daud Nasution
26 Agustus 2021, 18:07
covid-19, papua, corona
ANTARA FOTO/Olha Mulalinda/aww.
Instruktur (ketiga kiri) memberikan penjelasan kepada tiga orang relawan COVID-19 saat mempraktikkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang benar di Kota Sorong, Papua Barat, Rabu (24/3/2021). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat melakukan pelatihan dan sertifikasi kepada puluhan relawan COVID-19 sebagai bekal keahlian dan keterampilan dalam penanggulangan bencana non-alam.

Penularan Covid-19 di Indonesia masih terus terjadi meski trennya mulai menurun. Dari data Kementerian Kesehatan, jumlah pasien positif corona di Indonesia bertambah 16.899 orang pada Kamis (26/8).

Penyumbang terbanyak kasus corona hari ini adalah Provinsi Jawa Barat yakni 5.058 orang. Berikutnya adalah Jawa Timur dengan tambahan 1.354 kasus baru.

Meski demikian, lonjakan kasus baru corona di mayoritas daerah di Indonesia mengalami tren penurunan. Adapun tren kenaikan kasus sejak Rabu (25/8) dialami Papua yang meningkat dari 114 menjadi 150 orang dan Papua Barat dari 55 menjadi 136 hari ini.

Sedangkan total kenaikan kasus ini didapatkan dari pemeriksaan terhadap 128.623 orang. Ini berarti rasio positif (positivity rate) Covid-19 hari ini mencapai 13,1%. Sedangkan rasio positif yang didapatkan lewat NAAT (PCR dan Tes Cepat Molekuler) mencapai 36,4%.

Selain itu pemerintah juga melaporkan adanya tambahan pasien Covid-19 yang meninggal sebanyak 889 orang. Jawa Barat menyumbang angka kematian terbanyak yakni 235 orang.

Adapun jumlah pasien sembuh yang dilaporkan hari ini mencapai 30.099 orang. Jabar juga menyumbang kenaikan pasien sembuh paling banyak yakni 10.498 orang.

Pemerintah juga melaporkan pada hari ini jumlah kasus aktif Covid-19 menurun jadi 243.089 orang. Sedangkan 255.969 orang dinyatakan sebagai suspek corona.

Sedangkan Presiden Joko Widodo mengatakan pelan-pelan penambahan kasus Covid-19 mulai melandai. Hal ini juga tercermin dari turunnya tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) pasien Covid-19 di rumah sakit.

Pada 30 Juni, BOR RSDC Wisma Atlet Kemayorna sempat mencapai 90,8%. Namun, keterisian tempat tidur di Wisma Atlet telah menurun pada 25 Agustus menjadi 12%. Sementara, rata-rata BOR secara nasional menurun jadi 29,9%. "Hal ini patut kita syukuri," ujar Jokowi dalam acara Sarasehan 100 ekonom. Kamis (26/8).

Pemerintah pun akan terus waspada terhadap potensi lonjakan kasus. Jokowi juga mengulang pernyataannya bahwa ia akan menjaga keseimbangan antara ekonomi dan kesehatan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait