Hitungan Menkes, RI Endemi dan Kasus Covid-19 Naik 1,9 Juta Tahun 2022

Menteri Kesehatan Budi Sadikin menyiapkan dua skenario pandemi menjadi endemi pada 2022. Ini telah mempertimbangkan kemungkinan masuknya varian baru Covid-19.
Image title
13 September 2021, 16:20
pandemi, covid-19, varian baru
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (18/4/2021). Sebanyak enam juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac yang dibawa dengan pesawat Garuda Indonesia tersebut, selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke Kota dan Kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal/aww.

Pemerintah tengah merancang skenario pandemi Covid-19 menjadi endemi pada tahun depan. Skenario itu bisa diterapkan jika tidak ada virus corona mutasi baru yang masuk ke Tanah Air.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan saat ini pihaknya menyiapkan dua skenario yakni A dan B untuk menghadapi tahun depan. Adapun skenario A bisa terjadi apabila pandemi menjadi endemi dan skenario B apabila kondisi berubah karena munculnya varian lain.

"Asumsi pertama tidak ada varian baru sehingga kondisi normal dari pandemi menjadi endemi," kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR secara virtual, Senin (13/9).

Pada skenario A, rata-rata kasus harian diproyeksi mencapai 5.274 kasus dan setahun akan mencapai 1,9 juta orang. Pada skenario B, total kasus pada 1 September diperkirakan mencapai 4,1 juta kasus.

Penerapan skenario itu akan mempengaruhi target pengetesan, perawatan, dan isolasi. Target pemeriksaan pada skenario A diharapkan mencapai 28 juta orang, sementara pada skenario B sebesar 58 juta orang.

Untuk perawatan, estimasinya mencapai 20% dari total kasus selama setahun. Dengan demikian, perkiraan perawatan untuk skenario A mencapai 385 ribu orang, sedangkan pada skenario B mencapai 785 ribu orang.

Kemenkes pun memperkirakan 80% dari total kasus akan membutuhkan isolasi. Untuk itu, pemerintah bisa menyiapkan sarana perawatan untuk kasus sedang hingga berat dan tempat isolasi untuk kasus tanpa gejala hingga ringan. "Isolasi terpusat dan isolasi mandiri kami persiapkan strateginya," ujar Budi. 

Kemudian, pemerintah juga menyiapkan kapasitas laboratorium pada masing-masing fasilitas kesehatan. Hal ini untuk memastikan proses pemeriksaan laboratorium tidak lebih dari dua hari.

Kemudian, jaringan pemeriksaan Whole Genome Sequencing akan ditingkatkan di seluruh Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk mempermudah pemeriksaan varian mutasi yang ada di Indonesia.

Sementara, target vaksinasi tidak akan berubah pada skenario A maupun B. Pemerintah menargetkan, 77% populasi akan mendapatkan vaksin Covid-19 hingga dosis ketiga.

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait