Indonesia Terima 1,7 Juta Vaksin Pfizer Donasi Amerika Serikat

Indonesia juga telah menerima tambahan 968 ribu vaksin AstraZeneca dari Prancis
Ameidyo Daud Nasution
17 September 2021, 11:59
vaksin, pfizer, covid-19, astrazeneca
ANTARA FOTO/REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/hp/cf
Dado Ruvic/Illustration Botol kecil dengan label vaksin penyakit virus korona (COVID-19) Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, dan Moderna terlihat dalam foto ilustrasi yang diambil Jumat (19/3/2021).

Indonesia kembali menerima kiriman vaksin Pfizer dari Amerika Serikat sebanyak 1.755.000 dosis pada Jumat (17/9). Pengiriman Pfizer merupakan bagian dari 4,6 juta dosis tambahan lewat skema dose sharing dengan AS.

Menteri Luar Negeri Retno P. Marsudi mengatakan jumlah vaksin Pfizer dose sharing yang tiba sejak kemarin sampai hari ini mencapai 2,6 juta juta. Sedangkan dua juta sisanya akan datang pada Minggu (19/9) dan Kamis (23/9).

"Kalau ditambahkan dukungan AS berupa vaksin Moderna, maka dose sharing Pemerintah AS akan berjumlah 12,6 juta dosis," kata Retno dalam konferensi pers virtual, Jumat (17/9).

 Tak hanya itu, sebanyak 968.360 dosis vaksin AstraZeneca juga telah tiba kemarin. Vaksin tersebut merupakan dukungan Prancis lewat jalur COVAX.

Ini merupakan tahap kedua dari komitmen pengiriman Prancis sebanyak tiga juta dosis. "Total dose sharing yang sudah diterima dari Prancis adalah 1,3 juta dosis," kata Retno.

Retno mengatakan kedatangan vaksin ini adalah bukti diplomasi RI memberikan manfaat. Dia lalu berterima kasih kepada AS dan Prancis atas komitmen mereka mengirimkan suntikan kekebalan corona.

"Upaya Pemerintah untuk mengamankan kebutuhan vaksin nasional akan terus diperkuat," katanya.

Saat ini beberapa merek vaksin telah beredar di Indonesia. Namun Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi mengingatkan masyarakat agar tidak memilih jenis suntikan kekebalan yang bisa diperoleh.

"Semua vaksin yang dipakai aman dan efektif untuk menekan kasus dan kematian Covid-19," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (17/9).

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait