Ahli Prediksi Gelombang Ketiga Covid-19 Akan Terjadi Januari 2022

Pemerintah diminta memacu vaksinasi untuk menekan angka kematian jika gelombang tiga Covid-19 terjadi
Image title
30 September 2021, 14:21
covid-19, corona, gelombang tiga, pandemi
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/rwa.
Pasien mendapatkan perawatan di tenda darurat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/6/2021). RSUD Cibinong memasang tenda untuk menampung pasien yang akan masuk ke IGD, karena ketersediaan kamar rawat menipis yaitu dari sebanyak 242 tempat tidur telah terisi 90 persen yang disebabkan lonjakan pasien COVID-19 beberapa hari terakhir di Kabupaten Bogor. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/rwa.\\

Penularan Covid-19 telah melandai dalam beberapa bulan terakhir. Namun, Ahli Virologi Guru Besar Universitas Udayana I Gusti Ngurah Kade Mahardika memprediksi gelombang ketiga penularan akan terjadi pada Januari-Februari 2022.

Hal ini lantaran pandemi di seluruh dunia juga menunjukkan pola gelombang yang sama. Kasus penularan Covid-19 akan menurun dalam rentang waktu tertentu sebelum melonjak lagi. 

"Kasus gelombang ketiga pasti terjadi," kata Mahardika dalam webinar Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) Indonesia, Kamis (30/9).

 

 

Mahardika juga berharap ledakan jumlah pasien di rumah sakit serta kasus orang meninggal akibat Covid-19 tak tterjadi jika gelombang ketiga muncul. Ini karena masyarakat diharapkan sudah banyak yang mendapatkan vaksin virus corona.

Dia menjelaskan bahwa vaksinasi bisa menekan jumlah perawatan di rumah sakit dan pasien meninggal dunia. Meski demikian, vaksin tidak akan mencegah transmisi komunitas. "Virus akan menjadi penyakit musiman," kata dia.

Makanya Mahardika meminta pemerintah meningkatkan vaksinasi hingga 100% dari jumlah penduduk. Dengan demikian, angka kematian pasien bisa ditekan meskipun terjadi lonjakan kasus.

Sementara itu, Ketua Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Erlina Burhan masih belum memprediksi apakah gelombang ketiga pasti akan terjadi. "Potensi ada, tapi kalau katakan pasti terjadi, saya kira terlalu dini," ujar dia.

Oleh sebab itu pemerintah harus mengantisipasi potensi gelombang ketiga tersebut. Apalagi saat ini regulator dan masyarakat sudah memiliki pengalaman dalam menghadapi lonjakan kasus.

Sebagai informasi, pemerintah melaporkan kasus baru Covid-19 bertambah 1.954 pada Rabu (29/9). Dengan tambahan ini maka total kasus corona di Indonesia telah mencapai 4,2 juta orang.

Angka kasus baru didapatkan dari pemeriksaan terhadap 197.310 orang. Ini berarti angka rasio positif kembali menurun jadi 0,99% dari 1,06% Selasa (28/9).

Provinsi Jawa Timur menyumbangkan kasus terbanyak yakni 225 orang. Berikutnya adalah Jawa Tengah yang melaporkan 199 pasien baru dan Jawa Barat dengan 191 kasus.

Adapun angka kematian pasien corona kemarin mencapai 117 orang. Jawa Tengah menyumbang pasien meninggal terbanyak yakni 12 orang.

 

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait