Kasus Baru Covid-19 Indonesia 620 Orang, Terendah dalam 16 Bulan

Kasus Covid-19 hari ini didapatkan dari pemeriksaan terhadap 151.970 orang atau rasio positif 0,41%.
Ameidyo Daud Nasution
11 Oktober 2021, 19:11
covid-19, corona, pandemi
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Seniman Aku Badut Indonesia (ABI) memasangkan masker kepada siswa di SDN 03 Citayam, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (6/9/2021). Kegiatan aksi kampanye tersebut tentang protokol kesehatan serta membagikan masker kepada anak-anak sekolah yang menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM)

Penularan Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan hingga saat ini. Bahkan kasus baru corona pada Senin (11/10) tercatat 620 orang, terendah sejak 5 Juni 2020 yakni 585 orang.

Angka kasus baru hari ini didapatkan dari pemeriksaan terhadap 151.970 orang. Ini berarti angka rasio positif corona pada awal pekan mencapai 0,41%.

 

Provinsi Jawa Tengah menyumbangkan kasus terbanyak yakni 97 orang. Berikutnya adalah Jawa Barat yakni 69 orang dan Jawa Timur dengan 47 orang.

Pemerintah juga melaporkan adanya 65 orang meninggal dunia usai positif Covid-19. Jawa Tengah melaporkan kasus kematian terbanyak yakni 15 orang.

Sedangkan angka pasien Covid-19 yang sembuh juga bertambah 2.444 orang. Kalimantan Tengah menyumbangkan angka pulih corona terbanyak yakni 456 orang.

Pemerintah saat ini juga tengah mempersiapkan perubahan status pandemi Covid-19 menjadi endemi. Salah satunya dilakukan dengan melakukan survei kondisi antibodi masyarakat setiap 6 bulan.

Survei tersebut akan dilakukan kepada 21.880 sampel yang tersebar di 100 kabupaten/kota pada 34 provinsi. "Ini agar hasilnya bisa dibagikan di dunia dan menunjukan kesiapan Indonesia dalam tangani pandemi serta transisi menjadi endemi," kata Budi seperti dalam konferensi pers daring, Senin (11/10).

Meski kasus menurun, namun pemerintah tetap menjaga aktivitas masyarakat agar penularan tak melonjak lagi. Salah satu caranya dengan menggeser hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad tahun ini menjadi tanggal 20 Oktober 2021

Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan Maulid Nabi tetap pada 12 Rabiul Awal atau 19 Oktober 2021. Namun, peringatannya digeser menjadi sehari setelahnya. "Sebagai antisipasi munculnya kasus baru Covid-19,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Sabtu (9/10).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait