Tren Covid-19 Melandai, 13 Provinsi Catat Nol Kematian Pasien Hari Ini

Penyumbang kematian pasien Covid-19 terbanyak hari ini adalah Provinsi Jawa Tengah yakni 7 orang.
Ameidyo Daud Nasution
12 Oktober 2021, 18:48
covid-19, kematian, corona
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Petugas bejalan menuju tenda tempat peristirahatan petugas pemakaman di area pemakaman korban Covid-19 usai memakamkan jenazah TPU Rorotan, Jakarta Utara, Jumat, (16/7/2021).

Laju kasus positif Covid-19 di Indonesia meningkat 1.261 pada hari Selasa (12/10). Meski demikian, angka kematian menurun dari 65 orang pada Senin (11/10) menjadi 47 orang hari ini.

Provinsi Jawa Tengah menyumbang pasien meninggal terbanyak hari ini yakni 7 orang. Di bawahnya adalah Sulawesi Selatan yang melaporkan kematian 4 orang.

 

Selain itu, ada 13 Provinsi yang melaporkan nol angka kematian Covid-19. Mereka terdiri dari Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Banten, Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Bengkulu, Maluku, Sulawesi Barat, dan Papua Barat.

Adapun kasus positif hari ini paling banyak disumbang oleh Jawa Timur yakni 160 orang dan Jawa Tengah sebesar 151 orang. DKI Jakarta berada di peringkat ketiga kasus corona terbesar hari ini yakni 143 pasien baru.

Total tambahan kasus positif tersebut didapatkan dari pemeriksaan terhadap 190.403 orang. Ini berarti rasio positif (positivity rate) Covid-19 hari ini mencapai 0,66%.

Selain itu pemerintah melaporkan adanya 2.130 pasien yang sembuh hari ini. Jakarta menyumbangkan angka pulih terbesar dengan 339 orang.

Pemerintah juga melaporkan bahwa angka kasus positif corona hari ini menurun 916 jadi 21.625 orang. Sedangkan sebanyak 396.064 dinyatakan sebagai suspek Covid-19.

Rendahnya tren Covid-19 di Indonesia membuat pemerintah semakin merelaksasi pintu masuk RI. Bahkan mereka berencana memangkas masa karantina pelaku perjalanan internasional dari 8 hari menjadi 5 hari.

Meski demikian ahli wabah mengingatkan pemangkasan masa isolasi itu berpotensi menimbulkan kebocoran kasus Covid-19. Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman berharap pemerintah menetapkan masa karantina minimal selama 7 hari.

"Potensi bocornya (kasus Covid-19) besar," kata Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman saat dihubungi Katadata.co.id, Senin (11/10).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait