Kasus Positif Terus Melonjak, Prancis Masuki Gelombang Kelima Covid-19

Kasus Covid-19 di negara-negara Eropa terus melonjak. Pengetatan aktivitas penduduk mulai berlaku lagi demi mencegah penularan
Image title
11 November 2021, 11:27
prancis, covid-19, corona
ANTARA FOTO/REUTERS/Gonzalo Fuente
Seorang perempuan memakai masker pelindung saat penularan virus korona baru sedang terjadi di China saat ia berjalan di lapangan terbuka Trocadero di depan Menara Eiffel di Paris, Prancis, Sabtu (1/2/2020).

Kasus Covid-19 tengah meningkat lagi di sejumlah negara Eropa. Salah satunya Prancis yang saat ini sedang mengalami gelombang kelima penularan virus corona.

Kementerian Kesehatan mencatat 11.883 kasus baru pada hari Rabu (10/11). Jumlah ini mengalami peningkatan persentase dua digit dari minggu ke minggu sejak sekitar pertengahan Oktober.

"Beberapa negara tetangga sudah berada dalam gelombang kelima epidemi Covid-19, apa yang kita alami di Prancis jelas terlihat seperti awal dari gelombang kelima," kata Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (11/11).

Selain Prancis, peningkatan kasus kematian akibat corona tengah terjadi di Rusia. Pada Rabu (10/11), Rusia melaporkan rekor 1.239 kematian akibat corona dalam 24 jam.

Peningkatan kematian itu terjadi setelah sebagian besar wilayah menutup tempat kerja selama seminggu untuk mencegah penularan corona. "Kami tidak dapat mengatakan dengan yakin bahwa situasi telah stabil dan tingkat infeksi menurun," kata Wakil Perdana Menteri Rusia Tatyana Golikova.

Menteri Kesehatan Mikhail Murashko mengatakan kepada parlemen, cadangan oksigen rumah sakit di 12 wilayah Rusia hanya mampu bertahan selama dua hari atau kurang, kecuali jika oksigen diisi ulang.

Adapun, Gugus Tugas virus corona Rusia melaporkan 38.058 kasus baru Covid-19 di seluruh negeri, sebanyak 3.927 berasal dari Moskow. Meski demikian, kasus harian baru telah sedikit menurun dalam empat hari terakhir setelah mencapai puncak 41.335 kasus pada Sabtu (6/11).

Negara Eropa lainnya, Republik Ceko dan Slovakia melaporkan lonjakan baru virus corona pada hari Rabu (10/11). Keduanya harus membatasi perawatan rumah sakit yang tidak mendesak untuk melayani pasien Covid-19.

Slovakia yang berpenduduk 5,5 juta melaporkan rekor tertinggi 7.055 kasus baru pada Selasa. Sedangkan, Republik Ceko mencatat tambahan kasus corona dua kali lipat, yaitu 14.539 kasus, mendekati puncak Covid-19 pada Januari.

Kedua negara telah memperketat pembatasan aktivitas penduduknya. Namun, langkah tersebut masih lebih longgar dibandingkan gelombang sebelumnya lantaran masyarakat telah terlindungi oleh vaksinasi dan infeksi alami.

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait