Vaksin Sinovac Diprioritaskan untuk Anak 6-11 Tahun Mulai Januari 2022

Pemerintah akan memulai vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun dengan vaksin Sinovac pada Selasa (14/12)
Ameidyo Daud Nasution
13 Desember 2021, 17:01
sinovac, vaksin, anak
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.
Petugas kesehatan memasukan vaksin COVID-19 ke jarum untuk disuntikkan kepada pemuka agama saat vaksinasi COVID-19 massal dosis pertama di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (23/3/2021). Sebanyak 350 orang pemuka agama di Palembang mendapatkan penyuntikan vaksin COVID-19 Sinovac dosis pertama.

Pemerintah akan memulai vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun dengan vaksin Sinovac pada Selasa (14/12). Nantinya merek vaksin asal Cina ini hanya akan diberikan kepada anak-anak mulai Januari 2022 mendatang.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan saat ini baru Sinovac yang mendapatkan izin darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Jadi akan kami prioritaskan pada anak,” kata Nadia di Jakarta, Senin (13/12) dikutip dari Antara.

 

Pelaksanaan vaksinasi pada anak usia 6 sampai 11 tahun ini merupakan arahan Presiden Joko Widodo. Adapun target pemberian vaksin ini menyasar lebih dari 26 juta kelompok usia tersebut.

“Kami harapkan  pada Selasa (14/12) sudah kick off di beberapa daerah yang akan kami tetapkan,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Maxi Rein Rondonuwu.

Tahap pertama vaksinasi akan dilaksanakan di provinsi, kabupaten, serta kota dengan cakupan vaksinasi dosis 1 di atas 70% dan lansia di atas 60%. Sampai saat ini sudah ada 8,8 juta jiwa penduduk 106 kabupaten/kota di 11 provinsi yang memenuhi kriteria.

Daerah tersebut berada di Banten, Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Bali, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Utara.

Saat ini Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) telah memberikan rekomendasi vaksinasi anak. Adapun stok Sinovac yang akan digunakan mencapai 6,4 juta dosis hingga akhir tahun.

“Akan ada tambahan vaksin Sinovac dari Ditjen Farmasi dan Alat Kesehatan,s ehingga stok tidak akan putus,” kata Maxi.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait