Kasus Covid-19 RI Tambah 190, Tren Lonjakan Pasien di Jabar dan Jatim

Ameidyo Daud Nasution
14 Desember 2021, 18:45
Covid-19, corona, virus corona
Pexels
Ilutrasi virus Covid-19

Kasus Covid-19 hari ini kembali menunjukkan tren peningkatan usai menyentuh rekor terendah sejak Maret 2020 pada Senin (13/12). Pemerintah melaporkan angka pasien corona bertambah 190 pada Selasa (14/12).

Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur menyumbang kasus terbanyak hari ini. Angka kasus di Jabar bertambah 39, sedangkan Jatim melaporkan 27 kasus.

Adapun kasus di Jabar melonjak lebih dari dua kali lipat dari 17 kasus kemarin. Sedangkan kenaikan pasien positif di Jatim juga nyaris 100% dari 14 kasus pada Senin.

Kasus baru nasional hari ini didapatkan dari pemeriksaan terhadap 203.892 orang. Ini berarti rasio positif Covid-19 yang diperoleh sebesar 0,09%.

Sedangkan jumlah kasus kematian pasien corona juga bertambah 12 orang. Jumlah terbanyak juga disumbang Jabar dan Jatim yang sama-sama menyumbang 3 orang meninggal dunia.

Selain itu, angka kesembuhan pasien Covid-19 juga bertambah 247 orang. Angka terbanyak dilaporkan Jabar yakni 78 orang telah sembuh hari ini.

Pemerintah juga melaporkan kasus aktif corona menurun 69 menjadi 4.905 orang. Selain itu sebanyak 4.417 orang dinyatakan sebagai suspek Covid-19.

Sedangkan Pemerintah terus mengevaluasi kebijakan ketat untuk mencegah penularan Covid-19 dari luar negeri. Bahkan Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas pada Senin (13/12) yang khusus membahas karantina demi mencegah masuknya Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga mengingatkan semua orang untuk menjalankan karantina. "Jadi sekarang kami batasi supaya karantina-karantina itu jangan terlalu banyak rekomendasi yang tidak jelas," kata Luhut  dalam konferensi pers, Senin (13/12).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait