Menlu Temui Perwakilan Taliban di Pertemuan Negara Islam, Bahas Apa?

Negara-negara Islam yang tergabung dalam OKI bertemu di Pakistan untuk membahas krisis yang terjadi di Afganistan. Taliban mengklaim telah memperbaiki situasi sesuai tuntutan internasional
Ameidyo Daud Nasution
19 Desember 2021, 19:01
taliban, afganistan, menlu
Youtube/Sekretariat Presiden
Menteri Luar Negeri Retno P, Marsudi.

Masalah yang terjadi di Afganistan masih menjadi salah satu perhatian Pemerintah Indonesia. Menteri Luar Negeri Retno P. Marsudi bertemu dengan Menlu Taliban yakni Amir Khan Muttaqi di Islamabad, Pakistan (18/12) untuk membahas sejumlah hal.

Pertemuan dilakukan di sela-sela Sidang Luar Biasa ke-17 Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OIC/OKI) yang digelar di Pakistan, Sabtu (18/12). Salah satu hal yang menjadi pembahasan adalah pendidikan.

“Bertemu perwakilan Taliban, Amir Khan Muttaqi di Islamabad dan membahas situasi kemanusiaan, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan,.” kata Retno dalam akun Twitternya seperti dikutip pada Minggu (19/12).

 Retno juga bertemu dengan Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan Jenderal Qamar Javed Bajwa untuk membahas situasi negara yang sedang mengalami krisis tersebut. Pembicaraan serupa juga dilakukannya dengan Perwakilan Khusus Jerman untuk Afganistan dan Pakistan Jasper Wieck serta Perwakilan AS untuk Afganistan Thomas West.

Advertisement

“Situasi kemanusiaan yang memburuk di Afghanistan tetap menjadi topik utama diskusi,” kata Retno.

 

Adapun negara-negara OKI mengadakan pertemuan khusus untuk membahas krisis kemanusiaan di Afghanistan. Hal ini seiring kelaparan terburuk yang pernah dialami negara berpenduduk 38 juta itu usai miliaran dolar bantuan dan aset dibekukan komunitas internasional.

Dalam pembukaan pertemuan, Menlu Pakistan Shah Mahmood Qureshi mengatakan dampak dari krisis berkepanjangan bisa mengakibatkan banjir pengungsi dari Afganistan. “Kita tidak bisa mengabaikan bahaya kehancuran ekonomi total,” kata Qureshi dikutip dari Al-Jazeera.

Adapun Muttaqi mengklaim pemerintah baru telah memulihkan keamanan serta melakukan banyak hal untuk menjawab berbagai tuntutan. Salah satunya adalah pemerintahan yang menghormati hak asasi manusia, termasuk perempuan.

“Semua harus mengakui bahwa isolasi politik Afganistan tidak bermanfaat bagi siapapun,” katanya.

 

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait