Omicron Mengganas, Pemberangkatan Jamaah Umrah Ditunda Hingga 2022

Image title
20 Desember 2021, 08:03
umrah, covid-19, omicron
ANTARA FOTO/REUTERS/Saudi Press Agency/Handout /foc/cf
HIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. Umat Muslim beribadah pada malam Lailatul Qadar, malam paling suci untuk Muslim, sambil melakukan pembatasan sosial, menyusul penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) pada bulan suci Ramadhan, di Mesjid Agung di Mekah, Arab Saudi, Selasa (19/5/2020).

Pemberangkatan jamaah umrah Indonesia kembali ditunda hingga tahun 2022. Hal ini lantaran pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, apalagi dengan adanya varian Omicron.

Keputusan ini diambil usai adanya imbauan dari Presiden Joko Widodo dan arahan Menteri Agama agar masyarakat tidak melakukan perjalanan ke luar negeri. Kemenag juga telah menggelar rapat dengan Asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

"Kami tentu mengutamakan aspek perlindungan jemaah di tengah pandemi Covid-19, terlebih setelah adanya varian baru Omicron. Kami berharap kondisi segera membaik," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief dalam keterangan resmi, Sabtu (18/12).

 

Secara umum asosiasi PPIU mendukung imbauan pemerintah untuk menunda keberangkatan ke luar negeri. Hilman mengatakan meski ada kekecewaan karena rencana Umrah tertunda, namun semua pihak memahami kondisi pandemi yang belum usai.

Hilman juga berharap, imbauan ini tidak hanya berlaku untuk pemberangkatan jamaah umrah saja, namun kepada seluruh rencana penerbangan ke luar negeri. Sedangkan Kemenag terus melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait untuk terus mengupayakan ibadah yang sehat dan aman.

Hilman menambahkan, penyelenggaraan umrah di masa pandemi sekaligus menjadi barometer penyelenggaraan ibadah haji tahun 2022. "Penundaan ini tentu keputusan yang pahit. Kami harap semua bisa memahami dan semoga ada hikmah dari keputusan ini," ujar dia.

Sebelumnya, sebanyak 18 ribu jamaah umrah asal Indonesia siap diberangkatkan ke Arab Saudi pada Desember ini. Adapun, pelaksanaan umrah diprioritaskan kepada yang sudah mendaftar dan berusia 18-65

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, berdasarkan data pada Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umroh dan Haji Khusus (Siskopatuh), terdapat 59.757 jamaah umrah yang tertunda keberangkatannya karena pandemi Covid-19. Dari jumlah tersebut, sebanyak  18.752 orang telah memegang visa dan siap untuk diberangkatkan.

"Jamaah umrah yang tertunda keberangkatannya menjadi prioritas untuk diberangkatkan pada tahap awal dibukanya penyelenggaraan umrah pada bulan Desember nanti,"  tutur Yaqut, dalam rapat kerja dengan Komisi VIII, akhir November lalu (30/11).

Yaqut menambahkan dari data sebanyak 18.752 orang, terdapat sekitar  889 calon jamaah  berusia kurang dari 18 tahun sementara ada yang 2.549 jamaah yang berusia lebih dari 65 tahun ke atas.

Advertisement

 

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait