Luhut: Proyek Kawasan Industri Hijau Kaltara jadi Rezeki Boy Thohir

Luhut mengaku awalnya tidak mengetahui jika tanah di wilayah itu dimiliki Boy Thohir
Ameidyo Daud Nasution
21 Desember 2021, 15:13
Luhut, Boy Thohir, Katara
Katadata
Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan

Pembangunan Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara telah dimulai. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan proyek ini merupakan rezeki bagi bos Adaro Energy Garibaldi Thohir.

Ini lantaran pengusaha yang akrab dipanggil Boy Thohir itu ternyata pemilik lahan kawasan industri tersebut. Luhut bahkan mengaku awalnya tidak mengetahui jika tanah di wilayah itu dimiliki kakak Menteri BUMN Erick Thohir tersebut.

“Setelah kami tinjau, ternyata yang punya Boy Thohir. Tidak ada pilihan lain karena dari semua tanah di daerah ini, yang menarik di situ, rezekinya Pak Boy,” kata Luhut dalam sambutan acara groundbreaking proyek tersebut di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Selasa (21/12).

 

Luhut lalu mengatakan bahwa pembangunan kawasan industri hijau ini bukan hal yang mudah. Digagas pada 2015, kelanjutan proyek ini mangkrak hingga 2018.

Ia lalu mencari tahu apa masalah yang melanda. Ternyata, investor baru mau masuk jika Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), sebaliknya investor PLTA hanya mau membangun jika ada kepastian pembeli listrik. “Masalahnya seperti telur dan ayam,” kata Luhut.

Garibaldi Thohir di Kabupaten Bulungan, Selasa (21/12)
Garibaldi Thohir di Kabupaten Bulungan, Selasa (21/12) (Katadata)

 

Dukungan politik lalu diberikan Presiden Joko Widodo. Tahun 2019, pemerintah mulai menjajaki proyek ini lebih serius dengan menawarkan investor Amerika Serikat, Eropa, Uni Emirat Arab, hingga Cina untuk masuk.

 Dua tahun kemudian, minat investasi asing mulai masuk dan bernegosiasi dengan konsorsium lokal yang dipimpin Boy Thohir. “Minat ini datang bertubi-tubi pertengahan Juli 2021 ketika Indonesia sedang menghadapi varian Delta,” kata Luhut.

Di kesempatan yang sama, Boy Thohir mengatakan pihaknya siap mendorong produk energi hijau yang ramah lingkungan sekaligus bersaing secara global. Adapun investasi yang digarap adalah green aluminium smelter dan new energy battery atau baterai listrik.

“Smelter ini bisa memenuhi kebutuhan pasar aluminium. Sedangkan new energy battery untuk memacu ekosistem kendaraan listrik,” katanya.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait