Kampus ITB Cirebon Gelar PTM, 41 Orang Positif Covid-19

Seluruh pasien Covid-19 yang ditemukan di Kampus ITB Cirebon mengalami gejala ringan. Kasus positif juga terdeteksi di kampus yang berada di Bandung dan Jakarta
Image title
27 Januari 2022, 16:51
Covid-19, itb, corona, ptm
Pixabay
Ilustrasi varian Covid-19

Institut Teknologi Bandung (ITB) kampus Cirebon telah menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sejak 17 Januari 2022. Namun, sebanyak 41 mahasiswa, dosen, hingga tenaga pendidik tertular positif Covid-19 pada 22 Januari lalu.

Kasus positif ditemykan pada 37 mahasiswa, satu dosen, dan tiga tenaga pendidikan di ITB Kampus Cirebon. Sedangkan seluruh pasien corona tersebut memiliki gejala ringan.

"ITB melakukan langkah cepat dengan melaksanakan tracing di Kampus Cirebon dan melaksanakan tes PCR kepada 266 orang yang terdiri dari dosen, tenaga pendidikan, mahasiswa, dan para pekerja proyek," kata Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB Naomi Haswanto seperti dikutip dari keterangan pers, Kamis (27/1).

Dari -37 mahasiswa, sebanyak 23 orang dikarantina di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Cimahi, delapan orang pulang ke daerah asal, tiga orang dirawat di rumah sakit, dan tiga orang lainnya isolasi mandiri di kos wilayah Cirebon. Sementara itu, satu orang dosen, tiga orang tenaga pendidikan, dan dua orang petugas kebersihan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Advertisement

Selain di Kampus Cirebon, terdapat satu mahasiswa Sekolah Bisnis Manajemen di Jakarta yang positif corona. Kemudian, ada pula satu orang tenaga kependidikan SBM ITB di Bandung yang tertular Covid-19.

Untuk itu, ITB menutup Gedung SBM di Jakarta maupun di Bandung selama dua minggu. "Perkuliahan pun untuk sementara dilakukan secara daring," ujar Naomi.

Ia mengatakan, upaya tersebut diambil dengan cepat agar penyebaran Covid-19 di ITB Kampus Cirebon dan ITB Kampus Ganesha bisa terkendali dan ditangani dengan baik. Naomi juga memastikan, para dosen, mahasiswa, dan tenaga pendidikan ITB telah melaksanakan vaksin Covid-19 sebanyak dua kali.

Terpisah, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nizam mengatakan hampir semua perguruan tinggi sudah menyiapkan pelaksanaan PTM terbatas. Namun, pelaksanaannya bergantung pada kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di setiap daerah.

Ia pun memastikan, rata-rata cakupan vaksinasi pada dosen dan tenaga pendidik saat ini sudah di atas 60%. "Sebagian besar sudah menyiapkan PTM terbatas. Kalau sudah aman betul baru ke 100%," ujar dia saat dihubungi Katadata.co.id.

 

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait