Joe Biden Janji AS Bagikan Teknologi Vaksin Covid-19 kepada Dunia

AS telah mengirimkan 500 juta vaksin ke 115 negara selama pandemi Covid-19.
Ameidyo Daud Nasution
13 Mei 2022, 09:09
vaksin, biden, amerika serikat, covid-19
ANTARA FOTO/REUTERS/Jonathan Ernst/AWW/dj
Jonathan Ernst Presiden AS Joe Biden melambaikan tangan setelah memberikan pidato biaya ekonomi, perawatan kesehatan dan energi untuk keluarga, di Green River College di Auburn, Washington, Amerika Serikat, Jumat (22/4/2022).

Presiden Amerika Serikat Joe Biden berjanji akan berperan dalam menangani pandemi Covid-19. Ia juga berjanji akan membagikan teknologi pengembangan vaksin yang dimiliki AS..

Hal tersebut disampaikan Biden dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Global Covid-19 2022 yang digelar secara virtual, Kamis (13/5). Teknologi tersebut akan disalurkan lewat Kumpulan Akses Teknologi Covid-19 yang dimiliki Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Termasuk protein lonjakan (spike) yang digunakan dalam banyak vaksin Covid-19," kata Biden dalam pidatonya yang dibagikan laman Gedung Putih, Jumat (13/5).

Selain itu AS juga akan menyetorkan dana kesiapsiagaan pandemi yang dikumpulkan Bank Dunia dengan nilai awal US$ 450 juta atau setara Rp 6,5 triliun. Biden juga memuji Indonesia dan Italia yang membantu terwujudnya urun dana tersebut.

Advertisement

"Saya juga mendorong para pemimpin lain bergabung untuk meningkatkan komitmen mereka," kata Biden.

Dia mengatakan selama pandemi, Negeri Abang Sam telah menyediakan US$ 19 miliar atau setara Rp 277 triliun untuk membantu negara lain memerangi Covid-19. AS juga telah mengirimkan 500 juta dosis vaksin ke 115 negara berbeda.

"Kami juga bekerja sama dengan COVAX untuk mengirimkan 500 juta dosis lagi sebagai bagian dari janji yang kami buat untuk menyumbangkan 1 miliar dosis vaksin," ujarnya.

 

 

Dalam kesempatan tersebut, Biden juga meminta Kongres AS untuk menyediakan dana darurat Covid-19 sebesar US$ 5 miliar atau setara Rp 73 triliun. Anggaran jumbo itu bisa digunakan untuk vaksinasi hingga menangani pasien di seluruh dunia.

"Kita bisa melakukan ini, kita bisa mengendalikan Covid-19 dan membangun masa depan yang lebih baik," ujarnya.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait