Kasus Covid-19 RI Tambah 6.527 Orang, 91% Berasal dari Jawa dan Bali

DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten masih menjadi tiga provinsi penyumbang kasus harian Covid-19 terbanyak.
Ameidyo Daud Nasution
4 Agustus 2022, 18:53
covid-19, corona, jawa, bali
ANTARA FOTO/Jojon/tom.
Seorang siswa sekolah dasar menerima suntikan vaksin COVID-19 di RS Abu Nawas Kota Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/7/2022).

Kasus Covid-19 di Indonesia terus menanjak usai melandai di awal pekan. Jumlah pasien baru corona hari ini bertambah 6.527 orang pada Kamis (4/8), naik 5,8% dari Rabu (3/8) yakni 6.167 orang.

Mayoritas kasus berasal dari Pulau Jawa dan Bali. Kedua pulau tersebut menyumbangkan 5.947 atau 91,1% pasien baru Covid-19 hari ini.

Provinsi DKI Jakarta menyumbangkan 2.814 kasus hari ini. Pasien di DKI bertambah 11,% dari kemarin yakni 2.532 orang.

Di bawahnya adalah Jawa Barat dengan 1.436 kasus dan Banten dengan 861 pasien baru. Berikutnya adalah Bali yang melaporkan 197 kasus baru. Sedangkan Jawa Tengah serta DI Yogyakarta melaporkan 93 serta 64 kasus baru.

Advertisement

Kasus positif secara nasional hari ini didapatkan dari pemeriksaan terhadap 60.935 orang. Sedangkan rasio positif corona yang diperoleh mencapai 10,7%.

Pemerintah melaporkan kasus kematian bertambah 14 orang hari ini. Terbanyak berasal dari Jawa Timur yang melaporkan tiga pasien meninggal dunia.

Sedangkan kasus sembuh bertambah 6.664 orang. Penyumbang terbanyaknya adalah DKI Jakarta yang melaporkan 4.000 pasien telah dinyatakan negatif Covid-19.

Adapun kasus aktif corona berkurang 151 menjadi 50.706 orang. Selain itu ada pula 7.222 orang yang saat ini berstatus suspek virus corona.

Kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia juga tengah mengalami tren peningkatan. Epidemiolog pun menilai kondisi tersebut menujukkan kegagalan dalam mendeteksi kasus corona.

Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman mengatakan terciptanya imun terhadap Covid-19 dapat membuat banyak orang terinfeksi virus corona tanpa merasa gejalanya. Namun, infeksi itu berpotensi terus menyebar hingga menulari kelompok rentan, seperti lansia dan orang dengan komorbid.

 

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait