Erdogan: Rusia dan Ukraina Akan Akhiri Perang di Meja Perundingan

Ketegangan masih tinggi lantaran Rusia menguasai PLTN Zaporizhzhia. Ukraina meminta Rusia mundur dari pembangkit listrik tersebut.
Ameidyo Daud Nasution
19 Agustus 2022, 18:19
U.N. Secretary-General Antonio Guterres, Ukrainian Infrastructure Minister Oleksandr Kubrakov, Turkish President Recep Tayyip Erdogan and Turkish Defence Minister Hulusi Akar attend a signing ceremony in Istanbul, Turkey July 22, 2022.
ANTARA FOTOUmit Bektas TPX IMAGES OF THE DAY
U.N. Secretary-General Antonio Guterres, Ukrainian Infrastructure Minister Oleksandr Kubrakov, Turkish President Recep Tayyip Erdogan and Turkish Defence Minister Hulusi Akar attend a signing ceremony in Istanbul, Turkey July 22, 2022.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan siap mendukung perundingan damai antara Rusia dan Ukraina. Hal ini disampaikan Erdogan usai bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky di Lviv.

Erdogan mengatakan baik Zelensky maupun Presiden Rusia, Vladimir Putin memiliki opini yang sama soal akhir dari perang kedua negara. Turki, dalam hal ini akan berperan sebagai mediator.

"Saya berkeyakinan perang akan berakhir di meja perundingan," kata Erdogan dikutip dari Financial Times, Jumat (19/8).

Kunjungan Erdogan ini bersamaan dengan kedatangan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres. Mereka meninjau dibukanya koridor ekspor gandum dari Ukraina.

Advertisement

Sebanyak 30 kapal bisa keluar dari Pelabuhan Odessa dan mengakhiri blokade selama enam bulan. Ekspor ini juga diharapkan dapat membantu meredakan krisis pangan global.

Erdogan mengatakan ia membahas cara memperbaiki rantai pasok gandum. Ekspor yang mulai bisa dilakukan menunjukkan bagaimana Turki dan PBB bisa mendorong kerja sama antara Ukraina dan Rusia.

Erdogan, Zelensky, dan Guterres bertemu saat ketegangan masih tinggi lantaran Rusia menguasai pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia. Erdogan lalu mengingatkan kedua negara agar tidak bermain-main dengan kondisi ini.

"Kita tidak mau lagi melihat kejadian Chernobyl," katanya.

Tak hanya itu, Erdogan mengatakan kepada Zelensky bahwa Turki siap membantu Ukraina usai perang. Kedua negara juga telah menandatangani kesepakatan tentang rekonstruksi.

Sedangkan Zelensky meminta PBB memastikan keamanan pembangkit listrik nuklir terbesar di Eropa tersebut. Ia sebelumnya telah meminta Rusia untuk mundur tanpa syarat dari Zaporizhzhia.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait