Nyaris 100 Polisi Diperiksa dalam Kasus Irjen Ferdy Sambo

Sebanyak 35 orang anggota Polri diduga melanggar kode etik terkait kasus kematian Brigadir J yang menyeret Irjen Pol. Ferdy Sambo
Ameidyo Daud Nasution
24 Agustus 2022, 14:36
ferdy sambo, kapolri, brigadir j
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kanan bawah) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/2022).

Jumlah polisi yang diperiksa dalam kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J terus bertambah. Polri saat ini telah memeriksa 97 personel terkait kejadian tersebut.

Hal tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dari angka tersebut, sebanyak 35 orang diperiksa atas dugaan pelanggaran kode etik profesi.

"Pemeriksaan terus kami kembangkan," kata Listyo saat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (24/8).

Sebanyak 35 polisi yang diduga melanggar kode etik terdiri dari:
1 orang Inspektur Jenderal
3 orang Brigadir Jenderal
6 orang Komisaris Besar
7 orang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)
4 orang Komisaris Polisi (kompol)
5 orang AKP polisi
2 orang iptu
1 orang ipda
1 orang bripka
1 orang brigadir
2 orang briptu
2 orang bharada

Advertisement
AKSI DAMAI UNTUK KEADILAN BRIGADIR J
AKSI DAMAI UNTUK KEADILAN BRIGADIR J (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc.)

 

Sedangkan dari 35 orang personel, sebanyak 18 orang telah ditahan di tempat khusus. Selain itu sebanyak dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Sehingga tinggal 16 orang yang ditahan di Patsus," kata Listyo.

Listyo mengatakan pihaknya akan segera menyelesaikan sidang kode etik profesi dalam waktu 30 hari ke depan. "Untuk memberikan kepastian hukum terhadap para terduga pelanggar," katanya.

Tim Khusus (Timsus) Polri juga telah menetapkan lima tersangka dalam kasus kematian Briagdir J. Kelimanya adalah Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

 

 

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait