Cegah Pemilu Bikin Pecah Warga, Ganjar Ingatkan Parpol Beri Edukasi

Andi M. Arief
30 November 2022, 19:58
ganjar, ganjar pranowo, pemilu 2024
Dok. Kementerian BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) memasuki mobil yang sama setelah mengunjungi Solo Car Free Day (CFD) di Surakarta pada Minggu (7/8/2022).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan mengajak masyarakat untuk melakukan rekonsiliasi politik dalam menghadapi Pemilihan Umum 2024. Menurutnya, pesta demokrasi lima tahunan itu sudah menciptakan perpecahan selama 10 tahun terakhir.

Langkah yang akan dilakukan Ganjar adalah mengedukasi masyarakat Jawa Tengah terkait literasi politik. Dengan demikian, menurutnya, komunikasi politik yang dilakukan di masyarakat adalah gagasan berdasarkan ide, bukan isu-isu yang memecah belah.

"Masyarakat diedukasi. Mereka harus diajak berpartisipasi dengan waras. Mbok ya kita sekarang bisa mulai bicara rekonsiliasi," kata Ganjar di sela-sela Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Jakarta, Rabu (30/11).

Ganjar mengatakan beberapa bahasan yang dapat diangkat masyarakat adalah kebaikan bersama dan agenda yang ditawarkan menuju 2045. Menurutnya, hal tersebut harus dilakukan oleh partai politik sesuai dengan undang-undang.

Undang-Undang atau UU yang dimaksud adalah UU No. 2-2008 tentang Partai Politik. Pada Pasal 11 ayat (1) huruf a tertulis partai politik berfungsi sebagai sarana pendidikan politik bagi anggota dan masyarakat luas.

"Saya masih ingat betul itu, tugas partai politik adalah edukasi. Jadi, jangan membawa politik-politik yang membikin perpecahan," kata Ganjar.

Meski demikian, Ganjar enggan mengomentari soal isu terkini mengenai namanya yang terus menegmuka sebagai calon presiden. Ia juga tak mau menjawab soal pemimpin rambut putih yang disinggung Presiden Joko Widodo di depan relawan akhir pekan lalu.  

Saat ini popularitas Ganjar menduduki peringkat teratas. Hasil survei terbaru Charta Politika pada 4-12 November menunjukkan namanya menempati posisi teratas dari 10 nama yang disurvei dengan elektabilitas 32,6 persen. 

Di urutan kedua, calon presiden yang diusung Partai Nasdem Anies Baswedan meraih elektabilitas 23,1 persen. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu dibuntuti oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan elektabilitas 22,10 persen. 

Di luar ketiga nama itu, survei yang digelar Charta Politica juga memunculkan tujuh nama lain. Namun, ketujuh nama itu hanya memperoleh suara di bawah 10 persen.

Mereka adalah Ridwan Kamil dengan 5,6 persen suara, Agus H Yudhoyono sebanyak 3,5 persen suara, dan Sandiaga S Uno dengan 2,0 persen suara. Adapun tokoh dengan elektabilitas di bawah dua persen adalah Khofifah Indar Parawansa dengan 1,6 persen suara, Puan Maharani dengan 1,6 persen suara, Airlangga Hartarto dengan 1,5 persen suara dan Erick Thohir dengan 1,4 persen suara.  

 

 

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait