Cegah Macet saat Nataru, Kemenhub Siapkan One Way hingga Contra Flow

Ameidyo Daud Nasution
14 Desember 2022, 19:23
nataru, kemenhub, macet
ANTARA FOTO/Aji Styawan/tom.
Foto udara sejumlah kendaraan roda empat yang didominasi pemudik memasuki Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (7/5/2022).

Kementerian Perhubungan menyiapkan sejumlah manajeman rekayasa lalu lintas saat Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal ini dilakukan untuk mencegah kemacetan saat liburan akhir tahun.

Beberapa langkah yang disiapkan adalah contra flow, one way, manajemen lalu lintas rest area, pembatasan operasional angkutan barang, hingga pembatasan titik putar balik atau u-turn.

"Rekayasa akan diterapkan di jalan tol dan non tol," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Hendro Sugiatno di Jakarta, Rabu (14/12) dikutip dari Antara.

 Kemenhub bersama Korps Lalu Lintas Polri serta Direktorat Jenderal Bina Marga juga telah sepakat membatasi operasional angkutan barang selama Natal dan Tahun Baru.

Survei Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans) Kemenhub juga menyebutkan, potensi pergerakan masyarakat pada Nataru mendatang mencapai 44,1 juta orang atau 16,3% dari jumlah penduduk Indonesia.

Pergerakan masyarakat didominasi kendaraan pribadi sebanyak 28,2% dan sepeda motor yakni 16,4%. Pengguna moda terbanyak berada di angkutan jalan dengan jumlah 67,9%.

MULAI 7 NOVEMBER, TIKET KAI UNTUK LIBUR NATAL DAN TAHUN BARU 2022/2023 SUDAH BISA DIBELI
MULAI 7 NOVEMBER, TIKET KAI UNTUK LIBUR NATAL DAN TAHUN BARU 2022/2023 SUDAH BISA DIBELI (Dok. PT KAI)

 

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI juga menambah 51 perjalanan kereta api per hari selama libur Nataru Penambahan kereta tersebut mulai 22 Desember 2022 hingga 8 Januari 2023.

"Dengan demikian, rata-rata jumlah perjalanan kereta api selama masa Nataru 2022 sebanyak 484 kereta api per hari, di mana angka ini 121% lebih tinggi dibandingkan pada 2021 yang angkanya 375 kereta api per hari," ujar  Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo pada Rabu (14/12).

 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait