Panglima TNI Yudo Margono Akan Gelar Operasi Khusus di Laut Natuna

Andi M. Arief
19 Desember 2022, 14:20
yudo margono, tni, panglima
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.
Calon Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono (kanan) bersiap mengikuti acara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/12/2022).

Tentara Nasional Indonesia atau TNI menyatakan akan menggelar operasi khusus di Laut Natuna Utara. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya penjagaan kedaulatan negara di kawasan Laut Natuna Utara.

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono operasi khusus tersebut akan dilakukan oleh pasukan pengamanan perbatasan khusus Laut Natuna Utara. Yudo berencana melakukan operasi tersebut secara lintas matra.

"Nanti akan dikendalikan Kabirham I. Di situ antara udara, laut, dan darat akan dijadikan satu sehingga lebih efektif," kata Yudo di Istana Negara, Senin (19/12).

Yudo mengatakan strategi tersebut efektif dilakukannya saat menjadi Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I pada 2018-2019.

Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan pekerjaan rumah yang harus dikerjakan Yudo adalah  teritorial laut di dalam negeri.

"Mungkin masalah laut ya, Laut-laut di Indonesia sering dilewati kapal-kapal yang melanggar lintas batas," ujar Mahfud.

Selain kedaulatan, Mahfud mengatakan Panglima Yudo harus menjaga ideologi negara dari separatisme dan radikalisme. Menurutnya, seorang Panglima TNI harus menjaga keutuhan teritorial dan keutuhan ideologi negara.

"Nanti pencanangannya banyak di dalam tugas-tugas dan dalam 1-2 hari ini kami akan koordinasi," ucap Mahfud.

PATROLI UDARA DI PERAIRAN NATUNA
PATROLI UDARA DI PERAIRAN NATUNA (ANTARA FOTO/Fauzan/tom.)

 

Sedangkan Presiden Joko Widodo mengatakan TNI harus tetap tegas dalam menjaga keamanan di wilayah Papua dari Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB. Menurutnya, ketegasan TNI diperlukan untuk meminimalisasi kegiatan KKB di Bumi Cendrawasih.

Jokowi juga mendukung rencana pendekatan yang akan dilakukan Yudo di Papua, yakni pendekatan humanis. Adapun, salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pengurangan jumlah prajurit TNI di Papua.

"Tapi memang harus tegas, karena kalau kita nggak tegas di sana, KKB selalu berbuat seperti itu dan tidak akan selesai-selesai masalahnya," kata Jokowi.

 

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait