Sumedang Gelar Festival dan Kejuaraan Paralayang Internasional
Pemerintah Daerah Jawa Barat bakal menggelar West Java Paragliding World Championship & Culture Festival 2019. Ajang paralayang internasional ini bakal mempromosikan pariwisata Sumedang sebagai destinasi kelas dunia.
Kejuaraannya akan berlangsung pada 2 sampai 8 Oktober 2019. Sebanyak 80 pilot dari 20 negara akan menjadi peserta. "Pemerintah Kabupaten Sumedang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, FASI Paralayang, komunitas, serta masyarakat lokal,” kata Bupati Sumedang Donny Ahmad Murnir dalam keterangan resmi, Jumat (26/7).
Ia mengatakan, ada tiga pertimbangan kejuaraan ini dilakukan di Sumedang. Pertama, tempat yang tepat untuk olahraga udara. Tidak hanya untuk kompetisi di level akurasi dan cross country, tetapi juga bagus untuk fun fly atau terbang gembira di atas Bendungan Jatigede.
Kedua, Sumedang memiliki potensi budaya dan pariwisata yang tidak bisa ditemui di tempat lain sehingga mendapat julukan Pusat Kebudayaan Sunda. Terakhir, karena adanya dukungan kerja sama industri pariwisata dan pemerintah.
Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap dampak penyelenggaraan kejuaraan ini mampu meningkatkan ekonomi masyarakat. Selain itu, juga menjadi ajang promosi tempat wisata Kabupaten Sumedang yang memiliki ikon Bendungan Jatigede.
Dia menegaskan, kemajuan destinasi pariwisata bergantung komitmen daerah. "Kami akan kembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Jatigede sebagai destinasi pariwisata kelas dunia," ucap Arief.
(Baca: Punya 2 Festival Besar, Pulau Nias Targetkan Tambahan 20 Ribu Turis)
Untuk mencapai tujuan itu, para pimpinan daerah harus mengembangkan tiga unsur penting pariwisata, yaitu atraksi, amenitas, dan aksesibilitas. Semakin banyak kegiatan pariwisata, maka akan memicu kesejahteraan ekonomi dan indeks kebahagian masyarakat.
Kejuaraan dunia paralayang West Java Paragliding World Championship 2019 akan melombakan dua kelas yaitu Paragliding Accuracy World Cup (Pre-PGAWC 2019) dan Paragliding Cross Country World Cup (Pre-PWC 2019). Sebagai puncak acara akan berlangsung Paragliding Festival (Fun Fly dan Festival Budaya).
Untuk kelas akurasi (dengan lisensi dunia dari Organisasi Kejuaraan Dunia Paralayang Accuracy/ PGAWC) akan berlangsung di Kampung Toga, Sumedang, pada 2-5 Oktober 2019. Kelas cross country (dengan lisensi dunia dari Organisasi Kejuaraan Dunia Paralayang Cross Country/Pre-PWC 2019) akan berlangsung di Batu Dua, Sumedang.
Sedangkan untuk fun fly dan Festival Budaya dengan linsensi dunia dari Museum Rekor Indonesia (MURI) akan berlangsung di Jatigede, Sumedang pada 7 dan 8 Oktober 2019. Bakal ada pemecahan rekor Muri untuk Rekor Dunia Terbang Bersama 160 pilot. Ada juga acara pendukung seperti pertunjukan seni dan budaya, festival kuliner, serta lomba fotografi/videografi.
Selain kejuaraan paralayang internasional, Sumedang memiliki kegiatan pariwisata unggulan seperti Hardfest Pesona Jatigede yang telah memasuki tahun ketiga. Festival budaya dan olahraga ini menampilkan petualangan serta gelar kolosal seni kuda renggong.
(Baca: Karya Puluhan Seniman Ditampilkan Pameran Seni Kontemporer ARTJOG 2019)