Pemadaman TPA Putri Cempo Bakal Manfaatkan Modifikasi Cuaca

ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/nym.
Petugas memindahkan alat berat saat terjadi kebakaran tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo, Jawa Tengah, Rabu (2/9/2026). Petugas pemadam kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo masih berusaha memadamkan api di TPA yang memiliki luas 17 hektare tersebut dan belum diketahui penyebabnya.
Penulis: Reza Pahlevi
8/9/2026, 06.59 WIB

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) akan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mempercepat pemadaman kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Surakarta. OMC rencananya mulai dilakukan Rabu-Kamis, 9-10 September 2026.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan seluruh metode yang memungkinkan terus digunakan untuk menjangkau titik-titik api, termasuk lokasi yang sulit dicapai petugas melalui jalur darat.

"Di hari pertama kita menggunakan jalur darat, dan selanjutnya kita dibantu Polda Jateng dengan menggunakan 'water bombing'," katanya di Semarang, dikutip dari Antara, Senin (7/9).

Langkah berikutnya, kata dia, adalah pelaksanaan operasi modifikasi cuaca. Seluruh teknologi dan dukungan yang tersedia akan dioptimalkan untuk mempercepat pemadaman.

Upaya itu diperlukan mengingat luas kebakaran Putri Cempo kali ini disebut lebih besar dibandingkan peristiwa serupa pada 2023. Pada 2023, kata dia, proses penanganan membutuhkan waktu sekitar 24 hari sehingga diharapkan kejadian kali ini bisa ditangani dalam waktu lebih singkat.

Ia menambahkan kondisi kebakaran yang lebih luas membuat penanganan membutuhkan upaya ekstra sehingga pemadaman melalui jalur darat maupun udara akan tetap dilanjutkan sembari mempersiapkan OMC.

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi telah meninjau langsung penanganan kebakaran TPA Putri Cempo pada Sabtu, 5 September 2026.

Ia meminta penanganan kebakaran dilakukan secara komprehensif melalui kolaborasi Pemprov Jawa Tengah, Pemkot Surakarta, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya.

"Ini harus tuntas, makin cepat makin bagus," kata mantan Kapolda Jateng itu.

Selain percepatan pemadaman, ia menegaskan keselamatan warga di sekitar TPA harus menjadi prioritas selama proses penanganan berlangsung.

Pemprov Jateng juga telah melakukan langkah perlindungan masyarakat dari dampak asap, antara lain dengan menyiagakan layanan kesehatan dan memberikan bantuan masker serta logistik kepada warga maupun petugas di sekitar lokasi kebakaran.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.