Tulungagung Jadi Salah Satu Lokus Uji Coba RBKP, KRIS, dan iDRG

Try Surya Anditya
Oleh Try Surya Anditya - Tim Publikasi Katadata
25 September 2026, 17:21
Tulungagung BPJS kesehatan
BPJS Kesehatan
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menjadi salah satu dari empat daerah yang ditetapkan sebagai lokus uji coba nasional implementasi Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP), Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), dan Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG).

Uji coba tersebut merupakan bagian dari persiapan pemerintah untuk menerapkan sejumlah kebijakan strategis dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara bertahap dan terukur.

Selain Kabupaten Tulungagung, tiga daerah lain yang menjadi lokus uji coba yakni Kota Bandung, Kota Makassar, dan Kabupaten Muara Enim.

Deputi Direksi Bidang Manajemen Mutu dan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan, Arief Syaefuddin mengatakan, sebagai penyelenggara Program JKN, BPJS Kesehatan turut berperan dalam memfasilitasi pelaksanaan uji coba dan memastikan koordinasi dengan fasilitas kesehatan berjalan optimal.

BPJS Kesehatan, kata dia, mendukung proses uji coba sesuai dengan peran dan kewenangannya, termasuk kesiapan aspek penyelenggaraan Program JKN serta koordinasi yang diperlukan dalam proses integrasi.

"Kami mendukung penuh upaya yang dilakukan oleh pemerintah. Tentu dalam pelaksanannya, membutuhkan beberapa persiapan dan dukungan dari pihak terkait, terutama FKTP dalam menentukan arah rujukan agar lebih efektif. Kami juga selalu melihat bahwa dengan uji coba yang dilakukan, mutu pelayanan terhadap peserta akan meningkat. Ketika mutu meningkat, harapannya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan juga semakin terbuka,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan uji coba di Tulungagung, Kementerian Kesehatan bersama BPJS Kesehatan mengunjungi sejumlah fasilitas kesehatan yang mewakili berbagai tingkat dan jenis layanan.

Fasilitas kesehatan yang dikunjungi meliputi RS Putra Waspada, RSUD dr. Iskak Tulungagung, Poliklinik Kesehatan 05.09.09 Tulungagung, dan Puskesmas Kauman.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan fasilitas kesehatan dalam mendukung implementasi RBKP, KRIS, dan iDRG. Aspek yang diperiksa mencakup pelayanan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga sistem pendukung yang diperlukan.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Azhar Jaya mengatakan, pemerintah tengah mendorong transformasi pelayanan kesehatan melalui tiga fokus utama, yakni penerapan Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP), peralihan INACBG's ke IDRG, serta penetapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

Untuk memastikan kesiapan implementasi kebijakan tersebut, Kementerian Kesehatan menetapkan empat daerah sebagai lokasi uji coba.

Menurut Azhar, Kabupaten Tulungagung menjadi salah satu daerah yang dinilai siap menjalankan uji coba. Hal itu terlihat dari hasil kunjungan dan pengujian sistem di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang menunjukkan waktu pelayanan lebih cepat dibandingkan standar yang ditetapkan.

Kesiapan rumah sakit dalam menerima dan menangani pasien rujukan dari puskesmas juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan uji coba.

“Kami sudah melihat kesiapan yang dilakukan di Tulungagung dan menilai daerah ini sudah siap melaksanakan uji coba tiga fokus pemerintah. Ini menunjukkan bahwa sistemnya sudah berjalan dengan baik, tinggal bagaimana pelaksanaannya di lapangan. Kami melihat KRIS sudah baik dan memenuhi persyaratan. Pasien juga merasa puas selama menjalani perawatan, tentu ini akan menjadi modal yang kuat dalam pelaksanaan uji coba di lapangan. Tulungagung siap melaksanakan uji coba,” kata Azhar.

Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai transformasi pelayanan kesehatan berbasis kompetensi dapat memastikan masyarakat memperoleh rujukan sesuai kebutuhan dan tingkat urgensinya.

Menurut Emil, pelaksanaan uji coba di Tulungagung dapat menjadi pembelajaran bagi fasilitas kesehatan di kabupaten dan kota lain di Jawa Timur. Dengan demikian, persiapan implementasi sistem tersebut dapat dilakukan secara lebih luas.

“Sebelumnya kami sampaikan terima kasih sudah memilih Tulungagung sebagai lokasi uji coba. Tentu upaya transformasi berbasis kompetensi ini merupakan langkah yang tepat, dan harapannya publik akan mendengar ini sebagai sesuatu yang luar biasa. Karena uji coba dilakukan di Tulungagung, nanti Kepala Dinas Kesehatan agar bisa sharing ke fasilitas kesehatan lainnya, sehingga sistem ini dapat berjalan bukan hanya di Tulungagung, tetapi di setiap kabupaten/kota di Jawa Timur," tegas Emil.

Sementara itu, Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengapresiasi penetapan Kabupaten Tulungagung sebagai lokus uji coba penerapan RBKP, iDRG, dan KRIS.

Dengan dipilihnya RSUD dr. Iskak Tulungagung sebagai salah satu fasilitas kesehatan dalam uji coba, pemerintah daerah mendukung kebutuhan yang diperlukan untuk mempersiapkan rumah sakit dalam penerapan sistem tersebut.

Namun, Baharudin juga meminta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memberikan perhatian lebih terhadap fasilitas kesehatan, khususnya di Kabupaten Tulungagung. Dukungan tersebut diperlukan agar pelaksanaan kebijakan pemerintah dapat berjalan dan mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...