Pengajuan Proposal Proyek LNG Indonesia Tengah Mundur ke Akhir Tahun

Arief Kamaludin|KATADATA
ilustrasi.
1/11/2018, 17.47 WIB

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) menyatakan Konsorsium PT Pertamina (Persero), Engie dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk belum menyerahkan proposal proyek pasokan gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG).  Padahal, awalnya, konsorsium akan menyerahkan proposal ke PLN bulan ini, tapi itu mundur ke Desember.

Kepala Divisi Pengadaan Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi PLN Chairani Rachmatullah mengatakan konsorsium meminta perpanjangan waktu karena menghitung ulang keekonomian proyek. "Harus survei ulang ke sana, karena ada demand yang kami turunkan," kata dia di Jakarta, Kamis (1/11).

Awalnya kebutuhan gas untuk proyek LNG tersebut sebesar 100 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Namun, kini turun menjadi 70 MMscfd.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso tidak menampik bahwa pihaknya meminta perpanjangan waktu untuk mengajukan proposal proyek tersebut. "Kami perlu waktu yang cukup untuk menyiapkan proposal yang komprehensif yang diminta PLN," ujar dia kepada Katadata.co.id, Kamis (1/11).

PGN sampai saat ini masih mengkaji apakah konsorsium akan membangun infrastruktur LNG, atau hanya memasok gas saja. Yang jelas, penurunan permintaan membuat kapasitas proyek LNG Indonesia Tengah itu berubah.

Sebelumnya, Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Supangkat Iwan Santoso pernah mengatakan penghitungan ulang permintaan gas itu karena dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027, pembangkit bahan bakar gas berkurang. "Kami hitung ulang demand-nya," kata dia di Jakarta bulan Mei lalu.

Di dalam RUPTL 2018-2027, pembangkit listrik PLN dipangkas menjadi 56.000 Megawatt (MW) dari sebelumnya 78.000 MW. Penurunan jumlah pembangkit itu pun mempengaruhi kebutuhan gas PLN.

(Baca: Pembangkit Batu Bara Rusak, PLN Tambah Pasokan Gas)

Di RUPTL kali ini, kebutuhan gas turun menjadi 2.000 BBTUD. Padahal dalam RUPTL 2017-2026 prediksi kebutuhan gas PLN sebesar 3.300 BBTUD. Adapun tahun ini daya serap PLN terhadap gas untuk pembangkit sekitar 1.400 BBTUD.