PLTU Cilacap 1.000 MW Siap Dibangun

Arief Kamaludin|KATADATA
PLTU Suralaya merupakan pembangkit berbahan bakar batubara terbesar di Indonesia yang mempunyai total kapasitas 3.400 MW.
Penulis: Arnold Sirait
13/10/2016, 10.35 WIB

PT Sumber Segara Primadaya telah meletakan batu pertama alias groundbreaking untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Cilacap Ekspansi 1.000 megawatt (MW). Pembangkit yang masuk megaproyek 35.000 MW ini akan memperkuat sistem kelistrikan Jawa-Bali.

Lokasi Proyek Ekspansi terletak di tiga desa, yaitu Karangkandri, Menganti, dan Slarang, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Pembangkit dibangun di atas tanah seluas 26 hektare. (Baca: Listrik Pulau Moa Sudah Bisa Menyala 24 Jam).

Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso mengatakan PLTU Cilacap dengan kapasitas mumpuni tersebut dipastikan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah sekitarnya. “Penggunaannya juga dapat menghemat bahan bakar karena jenis batubaranya adalah low rank coal," ujar dia dalam keterangan resmi yang diterima Katadata, Rabu, 12 Oktober 2016.

Selain menghemat bahan bakar, PLTU ini menggunakan teknologi ultra supercritical boiler. Teknologi ini dinilai memiliki efisiensi tinggi dan ramah lingkungan. (Baca: PLN Siap Terangi Daerah di Perbatasan Timor Leste).

Power Purchase Agreemeent (PPA) atau jual beli listrik untuk pembangkit ini sudah ditandatangani sejak 30 Oktober 2015. Sehingga diperkirakan bisa beroperasi secara komersial 39 bulan sejak financing date. Kesepakatan pembiayaan ini tercapai pada 19 September 2016.

Dalam membangun proyek pembangkit dengan skema Independent Power Producer (IPP) ini, Sumber Segara merupakan konsorsium yang terdiri dari  PT Sumberenergi Sakti Prima dan PT Pembangkit Jawa Bali. Sumberenergi menguasai 51 persen saham dan sisanya dimiliki Pembangkit Jawa Bali. Total investasi yang dibutuhkan US$ 1,389 miliar, sekitar Rp 18,1 triliun. Dananya berasal dari Bank Rakyat Indonesia, China Development Bank, dan Bank Of China

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap listrik, kehadiran PLTU Cilacap dapat membantu kapasitas pembangkit eksisting di Jawa-Bali yang saat ini 33.824 MW per 2015. Adapun daya mampu pembangkit Jawa-Bali pada Oktober 2016 adalah 33.153 MW dengan beban puncak 24.000 MW. Setelah beroperasi, PLTU Cilacap akan memasok  ke jaringan 500 kV Jawa-Bali melalui Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Adipala dan diteruskan ke GITET Kesugihan. 

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji berharap selain menunjang pasokan listrik di Jawa dan Bali, PLTU Cilacap juga dapat membuka peluang pekerjaan dan menyerap tenaga kerja dari kabupaten Cilacap. “Kami berkomitmen untuk memberi berbagai fasilitas dan kemudahan bagi para investor, baik dari perizinan, jaminan keamanan, maupun ketersediaan tenaga kerja,” kata dia. (Baca: Investor Australia Siap Masuk Pembangkit Listrik di Banten).

Sementara Direktur Utama Sumber Segara Mohamad Rasul mengatakan proyek PLTU Cilacap Ekspansi 1x1.000 MW merupakan bentuk partisipasi terhadap program pemerintah 35.000 MW. “Sumber Segara akan berusaha mempercepat konstruksi proyek ekspansi dari jadwal yang ditentukan oleh PLN sehingga dapat beroperasi di pertengahan 2019," ujar dia.