Harga Minyak Turun, Pertamina Kurangi Produksi di ONWJ

KATADATA
Aktivitas produksi Pertamina Hulu Energi
Penulis: Safrezi Fitra
5/5/2015, 16.41 WIB

KATADATA ? PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) mencatat produksi minyaknya hingga April tahun ini sebesar 40.200 barel per hari (bopd). Sementara produksi gasnya 173 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).

Realisasi ini lebih rendah dibandingkan rata-rata produksi sepanjang tahun lalu. Produksi minyak PHE ONWJ tahun lalu mencapai 40.509 bopd dan produksi gasnya sebesar 186 mmscfd. Bahkan pada kuartal I tahun lalu, PHE ONWJ berhasil mencatatkan rekor produksi minyak tertinggi sejak menjadi operator Blok ONWJ, yakni sebesar 43.900 barel minyak per hari. Padahal dua bulan pertama tahun lalu, produksi PHE ONWJ sempat terganggu oleh cuaca yang buruk.

General Manager PHE ONWJ Jonly Sinulingga mengakui adanya pengurangan produksi dalam empat bulan pertama tahun ini. Hal ini dilakukan karena harga minyak dunia yang masih rendah. "Penyesuaian aktivitas produksi memang dilakukan dalam menghadapi situasi sulit yang melanda industri migas saat ini,? kata Jonly berdasarkan keterangan resminya kepada Katadata, Selasa (5/5).

Meski demikian, dia menyatakan akan terus berupaya menjaga produksinya tetap di atas target tahun ini, meski harga minyak masih di kisaran US$ 50 per barel. Setidaknya hingga April saja, produksi rata-rata PHE ONWJ sudah melampaui target rata-rata produksi harian tahun ini.

Tahun ini produksi minyak PHE ONWJ ditargetkan sebesar 40.000 bopd dan produksi gas bumi 175 mmscfd. Target ini ditetapkan dalam program kerja dan anggaran (Work Program & Budget/WP&B) PHE ONWJ oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas).

Produksi PHE ONWJ tahun lalu juga telah melampaui target SKK Migas. Tahun lalu PHE ONWJ telah berhasil menambah produksi migas, setelah lapangan UL selesai dikembangkan. Lapangan ini akhirnya  mampu menyumbangkan tambahan produksi minyak dan gas bumi sebesar 2.200 bopd dan 10 mmscfd.

Selain lapangan UL, PHE ONWJ juga berhasil melakukan start-up lapangan GG di penghujung tahun 2014. Lapangan GG diharapkan mampu menambah produksi gas bumi sebesar 31 mmscfd dan 150 Barel kondensat per hari (BCPD). Saat ini produksi gas dari lapangan GG telah dialirkan ke unit pengolahan bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina di Balongan.  

?Di tengah sulitnya usaha untuk mempertahankan produksi minyak dan gas bumi akibat laju penurunan alamiah minyak tahunan sebesar 17 persen, PHE ONWJ justru berhasil meningkatkan produksi minyak setiap tahun sejak 2009,? ujar dia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Arnold Sirait