McKinsey Ungkap Sederet Tantangan yang Dihadapi Sektor Pertambangan Saat Ini

Katadata/Fauza Syahputra
Partner and Co-Leader of McKinsey and Company’s Metals and Mining Practice in Asia, Sergey Alyabyev menyampaikan paparan pada Energy Insight Forum bertajuk \"Harnessing Artificial Intelligence to Unlock Mining’s Next Frontier\" di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (14/10/2025).
14/10/2025, 16.28 WIB

Konsultan manajemen global, McKinsey, mengungkap sejumlah tantangan yang dihadapi oleh sektor pertambangan di dunia saat ini. Partner dan Co-Leader of McKinsey and Company’s Metals and Mining Practice in Asia, Sergey Alyabyev mengatakan tantangan tersebut di antaranya terkait permintaan mineral, utamanya untuk mineral kritis.

“Ada banyak kendala, baik akses ke cadangan mineral, akses tenaga kerja terampil, kendala modal, dan sisi berkelanjutan,” kata Alyabyev dalam acara Energy Insights Forum: Harnessing Artificial Intelligence to Unlock Mining’s Next Frontier di Hotel Fairmont, Selasa (14/10).

Di saat yang sama, dia mengatakan, para perusahaan pertambangan juga harus mempolarisasi lingkungan. Korporasi juga perlu menghadapi tingkat kompleksitas terkait ketersediaan cadangan bijih baik mineral dan batu bara di industri saat ini.

“Kompleksitas ini terus meningkat. Cadangan bijih dengan kadar rendah memaksa kita untuk menggali lebih dalam, baik itu tambang terbuka maupun bawah tanah, dan di wilayah yang lebih terpencil,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, menurutnya saat ini adalah waktu yang tepat bagi industri pertambangan memanfaatkan keberadaan kecerdasan buatan (AI) secara besar-besaran. Sebab, industri pertambangan selalu berkembang seiring dengan inovasi teknologi.

Wakil Ketua Umum KADIN bidang ESDM, Aryo Djojohadikusumo mengatakan penggunaan AI dalam dunia pertambangan bisa meningkatkan kinerja produksi. Menurutnya penggunaan AI bisa menjaga posisi Indonesia sebagai salah satu produsen logam, mineral dan batu bara dunia di tengah kondisi global yang tidak menentu.

“Untuk perusahaan tambang bisa berkompetisi dan efisien, menggunakan AI membuat mereka lebih mudah beradaptasi. Termasuk menentukan perkiraan lokasi tambang yang paling efisien dan sesuai dengan harga komoditas saat ini,” katanya dalam kesempatan yang sama.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani