Danantara Bentuk Perminas untuk Kelola Tambang Emas Martabe, Beda dengan MIND ID

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar
Pemerintah menilai Danantara perlu membentuk BUMN khusus, yakni PT Perminas, untuk mengelola tambang mineral.
Penulis: Ade Rosman
29/1/2026, 17.35 WIB

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru, PT Perminas, untuk untuk mengambil alih pengelolaan tambang emas di Martabe, Sumatra Utara, dari PT Agincourt Resources. Pemerintah menyatakan pembentukan BUMN baru bernama PT Perminas itu diperlukan karena fungsinya berbeda dengan MIND ID. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini dibutuhkan BUMN yang khusus menangani sumber daya mineral.  

“Kita membutuhkan satu BUMN yang khusus untuk menangani sumber daya mineral kita,” kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1). 

Saat ini, BPI Danantara telah memiliki Mining Industry Indonesia (MIND ID), perusahaan induk (holding) industri pertambangan Indonesia yang beranggotakan PT ANTAM Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT INALUM, PT Timah Tbk, dan PT Vale Indonesia Tbk. 

Namun, pengelolaan tambang yang telah dicabut izinnya oleh pemerintah, seperti tambang Martabe milik PT Agincourt Resources, tidak akan dilakukan oleh BUMN yang ada di bawah MIND ID. Airlangga menyebut keberadaan MIND ID berbeda dengan Perminas.  

Perminas akan Beroperasi Langsung di Bawah Danantara

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Dony Oskaria mengatakan tambang emas Martabe di Sumatra Utara yang dikelola PT Agincourt Resources akan dialihkan ke BUMN baru yakni PT Perminas.

“Ke Perminas, Perusahaan Mineral Nasional yang baru kami bentuk,” ujar Dony ketika ditemui setelah acara ‘Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia’ yang digelar di Jakarta, Rabu (29/1).

Dony mengatakan Perminas berbeda dengan MIND ID. Pemerintah mengalihkan pengelolaan Agincourt ke Perminas agar bisnisnya berada di bawah Danantara. Nantinya, ia mengatakan Perminas akan beroperasi langsung di bawah Danantara. 

“Pemerintah kan bisnisnya ada di bawah Danantara semua, kan? Tentu diserahkan ke Danantara. (Perminas) perusahaan di bawah Danantara,” ujar dia.

Meskipun demikian, Dony mengatakan bahwa komunikasi ihwal peralihan pengelolaan tambang Agincourt tidak dikomunikasikan oleh Danantara. Ia mengatakan langkah tersebut bukan merupakan bagian dari tugas Danantara.

“Itu bukan dengan kami, ya. Itu nanti mungkin akan dikomunikasikan,” kata Dony.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman