Calon BUMN, Perminas Berdiri Sejak November 2025 dan 99% Saham Milik Danantara
PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) telah berdiri sejak 27 November 2025. Hal ini berdasarkan dokumen yang diakses Katadata melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) pada Kamis (29/1).
Tanggal pendirian tersebut bertepatan dengan pekan yang sama saat bencana banjir bandang dan tanah longsor terjadi di Pulau Sumatra.
Dalam dokumen tersebut tertera bahwa Perminas merupakan perusahaan swasta nasional yang 99% sahamnya dimiliki oleh PT Danantara Asset Management atau Danantara. Sisa 1% sahamnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia.
Perusahaan yang berkantor di Wisma Danantara Indonesia ini disebut akan mengelola tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan milik PT Agincourt Resources. Izin operasi Agincourt telah dicabut pekan lalu oleh Presiden Prabowo sebab dianggap melanggar aspek lingkungan.
Korporasi ini berjenis swasta nasional. Alamat kantor Perminas berada di Wisma Danantara Indonesia, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Direksi Perminas
Dari dokumen AHU, terlihat bahwa Perminas dipimpin oleh 4 jajaran direksi dan 5 jajaran komisaris. Berikut rinciannya:
Direktur Utama: Gilarsi Wahju Setijono
Direktur: La Ode Tarfin Jaya
Direktur: Oktoria Masniari Manurung
Direktur: Hartian Surya Widhanto
Komisaris Utama : Rauf Purnama
Komisaris: Dadang Arif Abdurahman
Komisaris: Ridho K. Wattimena
Komisaris Independen: Noor Mustaqim
Komisaris Independen: Anton Pripambudi
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Dony Oskaria sebelumnya mengatakan tambang emas Martabe di Sumatera Utara yang dikelola PT Agincourt Resources akan dialihkan ke BUMN baru yakni PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas).
“Ke Perminas. Jadi ada Perminas yang baru kami bentuk,” ujar Dony ketika ditemui setelah acara “Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia” yang digelar di Jakarta, Rabu (29/1).
Dony mengatakan Perminas berbeda dengan MIND ID. Pemerintah mengalihkan pengelolaan Agincourt ke Perminas agar bisnisnya berada di bawah Danantara. Nantinya, ia mengatakan Perminas akan beroperasi langsung di bawah Danantara.
“Pemerintah kan bisnisnya ada di bawah Danantara semua, kan? Tentu diserahkan ke Danantara. (Perminas) perusahaan di bawah Danantara,” ujar dia.