Berapa Porsi Pasokan Minyak Indonesia yang Lewat Selat Hormuz? Intip Datanya

Pertamina
Cerita nahkoda kapal tanker minyak mentah Pertamina International Shipping (PIS) di Tanjung Harapan, Afrika Selatan.
Penulis: Mela Syaharani
5/3/2026, 11.34 WIB

Aktivitas pengiriman minyak mentah (crude) dari Selat Hormuz terhenti saat Iran menutup akses sejak akhir pekan lalu. Saat ini banyak kapal tanker yang memuat produksi minyak dari negara-negara Teluk Persia, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Kuwait, Oman hingga Bahrain tidak bisa bergerak.

Sebab Selat dengan lebar sekitar 33 kilometer tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan jalur perdagangan global. Indonesia termasuk salah satu negara pengimpor minyak mentah dari kawasan tersebut. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kawasan tersebut menyumbang 20-25% dari total impor crude Indonesia saat ini. “Selebihnya kami ambil dari Afrika, Amerika, dan negara lain seperti Brasil,” kata Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (3/3).

Sementara itu Pertamina mengatakan jumlah impor minyak mentah dari Timur Tengah sebesar 19% secara keseluruhan.  Pertamina saat ini sudah melakukan proses distribusi minyak mentah baik melalui sistem reguler, alternatif, maupun darurat.

“Strategi tersebut sedang berproses, tata kelola harus tetap kami kedepankan,” kata VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron saat ditemui di kantornya, Selasa (3/3).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor migas Indonesia dari empat negara di kawasan Teluk Persia mencapai US$ 537,7 juta atau Rp 9,07 triliun pada Januari 2026. Berikut rinciannya:

Dari daftar tersebut, impor migas Indonesia terbesar berasal dari Arab Saudi dan UEA, yang kontribusinya masing-masing 8,44% dan 6,34%.

Sementara itu, menurut BPS Indonesia tercatat mengimpor minyak mentah dan kondensat (kode HS 2709) sebanyak 17,58 juta ton pada 2025.

Impor minyak mentah ini paling banyak berasal dari negara di kawasan Afrika, yakni Nigeria dan Angola, yang secara bersama-sama menyumbang sekitar 47% dari total pasokan. Ada cukup banyak juga pasokan dari kawasan Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, dengan porsi sekitar 18% dari total volume impor minyak mentah Indonesia.



Berikut rincian volume impor minyak mentah Indonesia pada 2025 berdasarkan negara pemasoknya

  1. :Nigeria: 4,63 juta ton (26,3% dari total volume impor minyak mentah Indonesia)
  2. Angola: 3,74 juta ton (21,2%)
  3. Arab Saudi: 3,19 juta ton (18,1%)
  4. Brasil: 1,66 juta ton (9,4%)
  5. Australia: 1,27 juta ton (7,2%)
  6. Gabon: 989,55 ribu ton (5,6%)
  7. Amerika Serikat: 684,64 ribu ton (3,9%)
  8. Malaysia: 354,15 ribu ton (2,0%)
  9. Azerbaijan: 267,54 ribu ton (1,5%)
  10. Algeria: 204,86 ribu ton (1,2%)
  11. Guinea Ekuatorial: 174,45 ribu ton (1,0%)
  12. Brunei Darussalam: 162,64 ribu ton (0,9%)
  13. Ghana: 125,88 ribu ton (0,7%)
  14. Libya: 96,21 ribu ton (0,5%)
  15. Norwegia: 39,14 ribu ton (0,2%)
  16. Taiwan: 0,74 ton (0,000004%)
  17. China: 0,18 ton (0,000001%)
  18. Jepang: 0,05 ton (0,0000003%)
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani