Angkatan bersenjata Iran meluncurkan serangan rudal terhadap pasukan AS untuk membalas serangan negeri Paman Sam tersebut terhadap sebuah kapal tanker, Kamis (8/5).
Ketegangan di Selat Hormuz dorong harga minyak dan biaya produksi plastik, berdampak pada industri hingga ritel dan berujung pada kenaikan harga barang konsumen di Indonesia.
Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyampaikan operasi militer Operation Epic Fury terhadap Iran telah berakhir. Namun. AS tidak menghentikan seluruh aktivitas militernya.
Presiden AS Donald Trump meluncurkan Proyek Kebebasan untuk membebaskan kapal sipil yang terjebak akibat penutupan Selat Hormuz, agar bisnis pelayaran internasional dapat berlanjut.
Trump mengisyaratkan ia ingin melanjutkan blokade angkatan laut yang mencekik ekspor minyak Iran, dengan harapan hal itu akan membuat Teheran menyerah dalam beberapa minggu ke depan.
Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon memberhentikan Menteri Angkatan Laut John Phelan kemarin, Rabu (22/4). Pemecatan ini saat Trump memblokade Selat Hormuz.
Iran menyita dua kapal di Selat Hormuz melalui Garda Revolusi, menandai tindakan pertama sejak perang dan menyebut gangguan keamanan sebagai garis merah.