Harga minyak acuan dunia naik selama empat hari berturut-turut setelah Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan ke Iran, dalam upaya mengamankan pelayaran di Selat Hormuz.
Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Senin (13/7) setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan kembali memblokade pelayaran Iran di Selat Hormuz.
Teheran pada Minggu (12/7) ini mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan. Sementara AS menyatakan melancarkan serangan baru ke Iran.
Kapal tanker Pertamina Pride akhirnya meninggalkan Selat Hormuz setelah tertahan empat bulan karena konflik Timur Tengah dan kini dalam perjalanan pulang ke Kilang Cilacap.
Harga minyak Brent naik 0,4% menjadi US$ 72,31 per barel pada pukul 08.58 waktu Singapura. Sementara minyak West Texas Intermediate menguat 0,5% menjadi US$ 68,87 per barel.
Harga minyak Brent naik 0,7% menjadi US$ 73,45 per barel pada pukul 08.14 waktu Singapura, Rabu (1/7). Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate naik 0,9% menjadi US$ 70,11 per barel.
Sebuah kapal tanker dilaporkan menjadi sasaran serangan di Selat Hormuz pada Sabtu (27/6) waktu setempat, menyiratkan meningkatnya kembali ketegangan antara AS dan Iran di kawasan.
AS dan Iran kembali terlibat dalam aksi saling serang pada Sabtu (2/6), meningkatkan ketegangan di kawasan dan mengancam keberlangsungan perundingan terkait keamanan di Selat Hormuz.