Iran tetap menutup Selat Hormuz menolak ultimatum AS, namun membuka akses terbatas secara selektif berdasarkan hubungan diplomatik untuk distribusi energi global.
Harga minyak acuan dunia naik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam Iran akan menyerang pembangkit listrik dan infrastruktur lainnya.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim bercerita mengenai percakapannya dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian beberapa waktu lalu, hingga kapal tanker Malaysia dipersilakan melalui Selat Hormuz.
Sebanyak 40 negara membentuk koalisi tanpa AS untuk mendesak Iran membuka blokade Selat Hormuz, guna meredam ketidakpastian pasar energi global dan menjamin keamanan pelayaran.
Dengan potensi hemat anggaran hingga ratusan triliun rupiah, 8 kebijakan pemerintah hemat energi diharapkan mampu menjawab ketidakpastian stok energi karena kondisi geopolitik yang semakin panas.
Gejolak geopolitik di sekitar Selat Hormuz mengancam stabilitas energi global, yang berdampak pada komposisi dan keamanan pasokan minyak mentah serta olahan Indonesia.
Konflik di Selat Hormuz mengancam ketersediaan dan Harga Pangan Indonesia, menunjukkan kerentanan akibat ketergantungan impor energi dan input pertanian.
Sekitar 1.900 kapal komersial tertahan di kawasan Selat Hormuz, terutama di Teluk Persia, sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026.
Artikel menganalisis mengapa logika perang konvensional seperti catur gagal membaca dinamika konflik modern antara AS dan Israel melawan Iran, meski target strategis telah diserang.