Harga BBM Non Subsidi Berpotensi Naik, Bahlil Sebut Seharusnya Sesuai Pasar

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/bar
Pengendara motor antre BBM non subsidi jenis Pertamax di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (1/3/2026). PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi yang berlaku mulai 1 Maret 2026 yakni harga Pertamax (RON 92) dari Rp11.800 per liter menjadi Rp12.300 per liter, Pertamax Green (RON 95) dari Rp12.450 per liter menjadi Rp12.900 per liter, Pertamax Turbo (RON 98) dari Rp12.700 menjadi Rp13.100 per liter, Dexlite dari Rp13.250 per liter menjadi Rp14.200 per liter, Pertamina
17/4/2026, 18.35 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pembahasan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi hampir selesai. Beberapa contoh BBM non-subsidi adalah produk Pertamax series maupun produk yang ada di SPBU swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo Energy.

“Perasaan saya, atas dasar rapat-rapat dengan Pertamina maupun badan usaha swasta, (bahasan) penyesuaian sudah hampir selesai,” kata Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (17/4).

Dia menyebut harga non-subsidi seharusnya bergerak mengikuti mekanisme pasar. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai Perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020, yang mengacu kepada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 11 Tahun 2022 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Bahlil mengatakan pada dasarnya pemerintah hanya mengatur harga BBM subsidi, seperti Solar dan Pertalite saja. Berkaitan dengan kondisi perang di Timur Tengah, harga minyak dunia menunjukkan tren kenaikan meski pergerakannya mulai menurun sejak gencatan senjata terjadi. Bulan ini harga BBM non-subsidi tidak mengalami perubahan harga, masih dipatok berdasarkan besaran Maret 2026.

“(Kemarin) Negara harus melakukan penyesuaian, karena harganya tiba-tiba (melejit naik),” ujarnya.

Istana Kepresidenan sebelumnya menyatakan pemerintah memutuskan belum akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi maupun nonsubsidi pada 1 April. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan keputusan itu diambil setelah berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan PT Pertamina. 

"Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itu, Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi," kata Prasetyo Hadi melalui keterangannya kepada wartawan, pada Selasa (31/3). 

Prasetyo Hadi mengimbau masyarakat untuk tidak panik terkait beredarnya kabar ketersediaan dan isu kenaikan harga BBM mulai April besok. Politisi Partai Gerindra itu mengatakan pemerintah menjamin pasokan BBM tetap aman dan tersedia bagi masyarakat. 

"Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin dan harga tidak terjadi penyesuaian," ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani