Daftar 10 Perusahaan Penghasil Migas Tertinggi RI, ExxonMobil Cepu Nomor Dua
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat ada 10 perusahaan migas atau kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang memproduksi minyak tertinggi per 31 Mei 2026.
Realisasi produksi minyak Indonesia hanya mencapai 576,2 ribu barel per hari (bph) pada 31 Mei 2026. Jumlah ini terdiri atas produksi minyak 491,2 ribu bph,kondensat 55,8 ribu bph, natural gas liquid 29,1 ribu bph. Secara total, angka ini hanya mencapai 94,46% dari target produksi yang ditetapkan 610 ribu bph. Berikut daftarnya:
- Pertamina Hulu Rokan 131.040 bph, 80% dari target
- Exxonmobil Cepu 129.915 bph, 87,5% dari target
- Pertamina EP 73.983 bph, 98% dari target
- Petrochina Jabung 27.478 bph, 236,9% dari target
- Pertamina Hulu Energi ONWJ 26.473 bph, 95% dari target
- Pertamina Hulu Mahakam 25.575 bph, 114% dari target
- Medco E&P Natuna 24.023 bph, 126,3% dari target
- Pertamina Hulu Energi OSES 18.036 bph, 78,8% dari target
- Pertamina Hulu Sanga-Sanga 14.957 bph, 125% dari target
- JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi 9.291 bph, 129,2% dari target
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan dua KKKS dengan produksi minyak terbesar saat ini adalah Pertamina Hulu Rokan dan Exxonmobil Cepu. Keduanya menyumbang produksi dalam jumlah ratusan ribu barel setiap harinya.
Dia menyebut realisasi produksi minyak tak capai target sebab kedua KKKS ini mengalami penurunan produksi pada 2026.
“Dari target 163 ribu bph, realisasinya 130 ribu boh (Rokan). Ini sekitar 32.000 di bawah target atau 80%. Ini tadi sudah kami jelaskan di ruang kecil, permasalahan surface,” kata Djoko dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, dipantau melalui siaran TV Parlemen, Rabu (2/6).
Sementara itu Djoko menyebut penurunan produksi Blok Cepu yang dikelola Exxonmobil disebabkan oleh masalah reservoir yang mengalami penurunan minyak saat dibor, dan lebih banyak menghasilkan air dan gas.
Selain minyak, Djoko juga turut memaparkan daftar 10 KKKS produsen gas terbesar di Indonesia, berdasarkan data 31 Mei 2026. Tak hanya minyak, produksi gas juga menurun karena terjadi periode perawatan fasilitas yang terjadi di beberapa perusahaan.
Dia menyebut fase perawatan ini memang umumnya dilakukan pada kuartal 1 dan 2 setiap tahunnya.
“Karena pada tahun lalu sempat ada surat edaran untuk menahan maintenance sampai dibuka pada tahun ini untuk mencapai target (lifting) tahun lalu,” katanya.
Berikut daftar 10 produsen gas terbesar, diantaranya:
- BP Berau 1910 mmscfd
- Pertamina EP 765 mmscfd
- ENI East Sepinggan 486 mmscfd
- Medco E&P Grissik 558 mmscfd
- Pertamina Hulu Mahakam 408 mmscfd
- JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi 323 mmscfd
- Husky-Cnooc Madura 224 mmscfd
- Medco E&P Natuna 217
- Pertamina EP Cepu 243 mmscfd
- Petrochina Jabung 195 mmscfd
