Laba Bersih PLN Melorot 59% Jadi Rp 7,26 Triliun

ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/agr
Warga memeriksa meteran listrik di Rusunawa Kaujon, Kota Serang, Banten, Kamis (25/9/2025).
Penulis: Metta Melani L
21/5/2026, 08.37 WIB

PT PLN (Persero) mencatatkan laba bersih turun 59,12% dibandingkan tahun sebelumnya alias year on year (yoy) menjadi Rp 7,26 triliun tahun lalu. Salah satu faktornya yakni rupiah yang tertekan.

“Capaian itu diraih meskipun Perseroan menghadapi tekanan rugi selisih kurs Rp 12,46 triliun akibat volatilitas nilai tukar global,” kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam siaran pers, dikutip Kamis (21/5).

Darmawan menyampaikan, PLN berkomitmen untuk terus memperkuat transformasi perusahaan, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas akses listrik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Meski torehan laba bersih turun, BUMN ini mencatatkan pendapatan naik 6,84% menjadi Rp 582,68 triliun. Darmawan menyampaikan, kenaikan ini ditopang oleh pertumbuhan penjualan tenaga listrik serta percepatan penyambungan pelanggan di berbagai wilayah Indonesia.

“Capaian ini merupakan wujud keberhasilan Pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan energi nasional di tengah dinamika global. Stabilitas ini menjadi pondasi penting bagi PLN untuk terus menjaga kinerja perusahaan sekaligus memastikan kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha terpenuhi secara andal,” ujarnya.

Jumlah penjualan tenaga listrik PLN tercatat naik 3,75% menjadi 317,69 Terawatt hour (TWh). Daya tersambung pelanggan juga meningkat 5,82% menjadi 192.621 Megavolt Ampere (MVA).

Selain itu, jumlah pelanggan PLN bertambah 3,3 juta menjadi 96,2 juta pelanggan tahun lalu. Dengan begitu, pendapatan penyambungan pelanggan meningkat 28,4% Rp 2,24 triliun.

Perusahaan mengatakan peningkatan penyambungan pelanggan ini menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha, sekaligus mencerminkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap energi listrik. 

Pertumbuhan tersebut tidak hanya didorong dari penyambungan reguler, tetapi juga diperkuat melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang menjangkau masyarakat sampai pelosok.

“Ketersediaan akses listrik sampai pelosok menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah bersama PLN terus memastikan masyarakat dapat memperoleh akses listrik, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam kegelapan,” ujar dia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani