Kementerian ESDM Sebut Produksi Batu Bara Hingga April 2026 Capai 229 Juta Ton

Mela Syaharani
19 Mei 2026, 17:07
baru bara, produksi batu bara
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/bar
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat jumlah produksi batu bara periode Januari hingga April 2026 mencapai 229 juta ton.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat jumlah produksi batu bara periode Januari hingga April 2026 mencapai 229 juta ton.  Produksi batu bara itu kemudian dialokasikan sebanyak 84 juta ton untuk pemenuhan pasar domestik (DMO), sementara sisanya yakni 145 juta ton untuk diekspor. 

“(Realisasi ini) memang mengalami penurunan jika dibandingkan dengan (periode yang sama pada) 2025,” kata Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Tri Winarno, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (19/5).

Tri tidak menjelaskan jumlah produksi batu bara pada periode yang sama tahun lalu. Namun, menurut data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pada periode Januari sampai Maret atau kuartal I 2025 produksi batu bara mencapai 171 juta ton.

Dia menyebut karena terjadi penurunan maka Kementerian ESDM akan melakukan evaluasi secara komprehensif terkait realisasi produksi kuartal I 2026.

“Mudah-mudahan hasil dari evaluasi kami dapat memberikan masukan yang terbaik bagi seluruh pihak ke depan,” ujarnya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memangkas jumlah produksi batu bara tahun ini menjadi sekitar 600 juta ton. Hal ini dilakukan melalui revisi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) perusahaan batu bara. 

Hal ini bertujuan untuk menjaga harga komoditas bagus. Pemerintah pada 2025 menyetujui RKAB batu bara sebanyak 1,15 miliar ton. Sepanjang tahun lalu realisasi batu bara mencapai 817 juta ton. Jumlah ini dialokasikan untuk stok 49 juta ton, ekspor 522 juta ton, dan DMO 246 juta ton.

Pasokan Batu Bara untuk PLN

PT PLN (Persero) sebelumnya menyebut pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik dalam kondisi aman dan tidak ada potensi blackout (padam). Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo mengatakan, PLN dan pembangkit swasta (IPP) telah mendapatkan kepastian pasokan batu bara. 

“Total seluruh (batu bara) yang dipasok sekitar 84 juta metrik ton. Artinya, cukup sampai akhir Agustus nanti,” kata Rizal saat ditemui di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Selasa (3/3). 

Dia mengatakan pasokan tersebut didapatkan dari delapan perusahaan batu bara yang tidak terkena pemangkasan RKAB. Dalam hal ini BUMN dan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) generasi 1.

Rizal mengatakan secara keseluruhan, jumlah DMO batu bara yang dialokasikan untuk PLN di sepanjang 2026 sebanyak 124 juta ton. Sisa 40 juta ton yang belum mendapat kepastian akan dibahas kembali oleh pemerintah.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...