Warga Cemas Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa, FKBI Harapkan Transparansi

ANTARA FOTO/Ampelsa/tom.
Kekhawatiran masyarakat terhadap keandalan pasokan listrik kembali mencuat setelah pemadaman listrik bergilir terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir.
Penulis: Kamila Meilina
12/6/2026, 11.20 WIB

Kekhawatiran masyarakat terhadap keandalan pasokan listrik kembali mencuat setelah pemadaman listrik bergilir terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir. Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) menilai publik membutuhkan penjelasan yang lebih terbuka dan mudah dipahami mengenai penyebab gangguan listrik tersebut.

Ketua FKBI Tulus Abadi menilai publik membutuhkan kepastian mengenai penyebab gangguan listrik agar tidak menimbulkan spekulasi yang semakin luas.

"Fenomena pemadaman listrik di banyak daerah atau kota di Pulau Jawa yang beberapa hari terakhir terjadi jelas menggelisahkan warga sebagai konsumen listrik, apalagi ada preseden blackout di Sumatra beberapa minggu lalu," ujar Tulus kepada Katadata.co.id, Jumat (12/6).

Penjelasan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PLN yang menyebut pemadaman tidak disebabkan oleh menipisnya pasokan batu bara belum sepenuhnya menjawab pertanyaan masyarakat mengenai akar persoalan yang terjadi.

Tulus meminta pemerintah menunjukkan secara terbuka bahwa stok batu bara untuk pembangkit listrik masih mencukupi dan tidak terdapat gangguan pada rantai pasokan maupun distribusinya. 

Jika pemadaman disebabkan oleh gangguan teknis atau mekanis pada pembangkit, masyarakat juga perlu mendapatkan informasi mengenai proses perbaikan dan estimasi waktu penyelesaiannya.

"Harus ada kepastian mengenai sebab-musababnya. Jika memang ada gangguan mekanik di salah satu pembangkit PLN, masyarakat perlu mengetahui kapan masalah tersebut bisa dibereskan," katanya.

FKBI juga mendorong pemerintah dan manajemen PLN untuk bergerak cepat melakukan mitigasi guna mencegah gangguan yang lebih luas. Menurut Tulus, risiko yang muncul tidak hanya menyangkut kenyamanan pelanggan, tetapi juga dapat berdampak pada aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.

Ia mengingatkan bahwa Pulau Jawa merupakan pusat kegiatan ekonomi nasional. Karena itu, apabila terjadi blackout berskala besar, dampaknya berpotensi meluas hingga mengganggu perekonomian nasional.

"Sebab, jika blackout terjadi di Pulau Jawa, kerugian sosial dan ekonomi bukan hanya berdampak di Pulau Jawa saja, tetapi juga akan mengganggu urat nadi ekonomi nasional. Mengingat Pulau Jawa adalah episentrum ekonomi Indonesia," ujarnya.

Masyarakat Diminta Mengambil Langkah Antisipasi Gangguan Listrik

Di sisi lain, Tulus mengimbau masyarakat, pelaku usaha, dan pengelola layanan publik untuk mulai melakukan langkah antisipasi. Mitigasi dinilai penting agar aktivitas ekonomi produktif maupun pelayanan publik strategis tetap dapat berjalan apabila terjadi gangguan listrik yang lebih luas.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) mengatakan pemadaman listrik di sejumlah wilayah Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir terjadi karena kendala operasional.

“PLN menyampaikan saat ini sistem kelistrikan Jawa beroperasi dan terkendali dengan baik, meskipun terdapat kendala operasional yang berdampak pada berkurangnya pasokan listrik di sejumlah wilayah,” kata Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto kepada Katadata, Kamis (11/6).

Namun, perusahaan tidak menjelaskan lebih lanjut rincian kendala operasional seperti apa yang dimaksud. Kendati demikian perusahaan menyebut akan berupaya secara intensif untuk menjaga keandalan pasokan listrik dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina