Pertamina Ungkap Alasan Tidak Turunkan Harga Pertamax

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz
Petugas bersiap melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga jual BBM nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 per liter naik menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) dari Rp12.900 per liter naik menjadi Rp17.000 per liter yang berlaku per 10 Juni.
2/7/2026, 17.28 WIB

PT Pertamina (Persero) buka suara terkait alasan mengapa harga Pertamax RON 92 belum masih dipatok di harga Rp16.250 per liter meskipun harga minyak dunia terus melandai. 

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron mengatakan struktur harga Pertamax mengacu pada Keputusan Menteri ESDM tahun 2022 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui SPBU.

“Seperti yang kami dapatkan dalam Kepmen itu ada pola perhitungan (harga) BBM, kami mengikuti prosedur tersebut,” kata saat ditemui di Grha Pertamina, Kamis (2/7).

Sejak 10 Juni, harga Pertamax naik sekitar 32,11% dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter. Pertamina Patra Niaga juga menaikkan harga BBM atau bahan bakar minyak jenis Pertamax Green 95 dari Rp. 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter. Pada 1 Juli,  Pertamina menurunkan harga Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Sementara itu, harga Pertamax dan Pertamax Green 95 tidak mengalami perubahan atau tetap.

“Apa yang terjadi (penurunan harga BBM) 1 Juli itu berdasarkan aturan, ketentuan, dan harga minyak dunia. Komponen dari kemampuan atau daya beli masyarakat tentu tetap menjadi salah satu pertimbangan kami dalam menetapkan harga,” ujarnya.

Baron tidak merinci apakah terjadi pergeseran pola konsumsi BBM masyarakat setelah kenaikan harga Pertamax. Menurutnya potensi pergeseran dari pengguna non-subsidi menjadi subsidi terus dipantau oleh perusahaan.

Harga BBM per 1 Juli 2026

Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga terhadap BBM Non Subsidi yang berlaku efektif mulai 1 Juli 2026 pukul 00.00 WIB. Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian harga ini merupakan bagian dari evaluasi berkala sesuai mekanisme yang berlaku, dengan mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia, pertimbangan aspek fiskal serta daya beli dan perekonomian masyarakat. 

“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah,” kata Kitty dalam siaran pers, Rabu (1/7).

Berikut daftar Harga BBM non-subsidi per 1 Juli 2026 pukul 00.00 (WIB) untuk daerah dengan PBBKB 5% : 

  • Pertamax Turbo turun 7%, dari Rp 20.750 per liter menjadi Rp 19.300 per liter.  
  • Pertamina Dex turun 15% dari Rp 24.800 per liter  menjadi Rp 21.150 per liter.  
  • Dexlite turun 14% dari Rp 23.000 per liter menjadi Rp19.700 per liter.  
  • Pertamax (RON 92): Rp 16.250 per liter (tetap) 
  • Pertamax Green 95 (RON 95): Rp 17.000 per liter (tetap)
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani