Harga Minyak Naik setelah AS Serang Tanker Iran

REUTERS
Kapal-kapal tampak berada di Selat Hormuz, sepert terlihat dari Musandam, Oman, 1 Juni 2026.
7/9/2026, 09.40 WIB

Harga minyak naik setelah Amerika Serikat (AS) menyerang kapal tanker Iran dan Teheran mengumumkan zona terbatas baru di luar Selat Hormuz. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran gangguan terhadap arus energi melalui jalur perairan tersebut akan berlangsung lebih lama.

Harga minyak Brent naik 0,3% menjadi US$ 96,54 per barel pada pukul 08.10 waktu Singapura. Seementara itu, harga West Texas Intermediate (WTI) naik 0,5% menjadi US$ 91,91 per barel. Tak hanya minyak, harga gas alam Eropa juga naik sebanyak 4,2% dalam perdagangan yang tipis.

AS mengatakan telah melancarkan serangan terhadap tiga kapal tanker minyak Iran pada akhir pekan. Hal ini dilakukan sebagai balasan atas serangan rudal balistik terhadap kapal perang Angkatan Laut AS.

Komando Pusat AS (US Central Command) mengatakan pada bahwa salah satu kapal tanker yang diserang, kapal Suezmax Kylo, tenggelam di Teluk Oman.

Militer AS juga mengatakan kapal Suezmax Stark I telah dilumpuhkan, bersama kapal pengangkut minyak mentah berukuran sangat besar (VLCC) Downy di dekat Pulau Kharg, Iran. Pulau tersebut merupakan pusat utama ekspor minyak Iran di Teluk Persia.

Merespon hal tersebut, pejabat keamanan tertinggi Iran mengatakan zona terbatas baru di luar Selat Hormuz akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang.

Zona tersebut akan dimulai dari garis blokade Angkatan Laut AS dan meluas ke sebagian wilayah Teluk Persia. Iran juga disebut telah menargetkan tiga kapal tanker.

Harga minyak melonjak pekan lalu setelah perang antara AS dan Iran kembali pecah. Harga minyak mentah Brent telah naik hampir 60% sepanjang tahun ini.

Sementara itu, produk olahan seperti diesel mencatat kenaikan yang bahkan lebih tajam akibat konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung selama enam bulan serta perang Rusia-Iran.

“Jika kondisi pelayaran semakin memburuk atau mulai melihat gangguan yang lebih berkelanjutan terhadap pasokan minyak secara aktual, maka harga US$ 100 akan jauh lebih mudah untuk tercapai,” kata Chief Investment Officer Karobaar Capital LP yang berbasis di Chicago, Haris Khurshid dikutip dari Bloomberg, (7/9).

Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan tidak akan ada pengurangan kehadiran Angkatan Laut AS, termasuk blokade yang bertujuan membatasi ekspor minyak Iran sekaligus membantu memastikan kapal-kapal komersial dapat melintas dengan aman di Selat Hormuz. Pekan lalu, Wright mengatakan jutaan barel minyak per hari masih bergerak melalui Selat Hormuz.

Sementara itu, sejumlah jajak pendapat menunjukkan masyarakat Amerika memberikan penilaian buruk terhadap Presiden Donald Trump dalam menangani perang Iran. Konflik tersebut telah mendorong kenaikan harga energi menjelang pemilihan paruh waktu pada November.

Jumat lalu, Trump menyebut konflik yang telah menewaskan 18 anggota militer AS tersebut sebagai “small potatoes” atau sesuatu yang tidak terlalu besar. Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan dirinya tidak akan menyebutnya sebagai perang.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani