Harga minyak acuan dunia turun untuk hari kedua setelah Arab Saudi mulai memulihkan jalur pipa utama mereka. Hal ini membuat gangguan pasokan minyak di Timur Tengah mereda.

Harga minyak Brent turun 0,9% menjadi US$ 104,89 per barel pada pukul 08.31 waktu Singapura. Sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 0,9% menjadi US$ 101,48 per barel.

Harga minyak mentah telah melonjak sekitar tiga perempat sepanjang tahun ini, karena perang AS-Iran memangkas arus pasokan dari Timur Tengah ditambah konflik Rusia-Ukraina terus berlangsung. 

Lonjakan harga minyak dan bahan bakar telah meningkatkan tekanan inflasi global, sehingga mendorong Federal Reserve menaikkan suku bunga dan memberi sinyal akan kembali melakukan pengetatan.

Sumber Bloomberg mengatakan Arab Saudi berupaya mengembalikan setengah kapasitas East-West pipeline yang rusak dalam beberapa hari dan memulihkan operasi penuh dalam waktu enam pekan.

“Saya tidak akan menyebut ini sebagai situasi yang sepenuhnya aman. Pasar memang mendapatkan kembali sebagian kapasitasnya, tetapi belum mendapatkan kembali ruang toleransi terhadap gangguan,” kata Chief Investment Officer di Karobaar Capital LP, Haris Khurshid, dikutip dari Bloomberg, Kamis (17/9).

East-West pipeline, yang mengangkut minyak melintasi Arab Saudi menuju pesisir Laut Merah rusak dalam serangan pada pekan lalu sehingga mendorong kenaikan harga minyak. Jalur pipa tersebut kini menjadi alternatif penting untuk menghindari pengiriman melalui Selat Hormuz, yang masih menjadi wilayah sengketa antara Washington dan Teheran.

Perkiraan volume minyak yang melintasi Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global, berbeda-beda. Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan 18 juta barel minyak mentah dan produk minyak melewati jalur tersebut dalam satu hari pada awal pekan ini, rata-rata pengiriman selama tujuh hari mencapai 11 juta barel per hari. Sementara itu, Clarksons Research memperkirakan angkanya sekitar 8 juta barel per hari.

Di sisi lain, pada sela-sela Sidang Umum PBB Presiden Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin negara-negara Teluk Persia pada Selasa depan di New York. Pertemuan tersebut untuk membahas langkah selanjutnya dalam konflik Timur Tengah.

“Perang tersebut akan berakhir segera. Kami bisa mencapai kesepakatan kapan pun kami mau,” kata Trump.

Di AS, Kongres memberikan persetujuan final terhadap rancangan undang-undang yang memberikan Trump kewenangan baru untuk mengenakan tarif terhadap negara-negara yang membeli produk minyak Rusia, seperti Cina dan India. Aturan itu disambut baik oleh pejabat Ukraina yang menginginkan tanda-tanda dukungan Washington untuk mereka menghadapi invasi Rusia.

Kyiv selama berbulan-bulan menargetkan kilang-kilang minyak Rusia melalui serangkaian serangan drone. Hal tersebut mendorong Moskow melarang sebagian besar ekspor diesel untuk memprioritaskan pasokan domestik. 

Para pejabat setempat juga sedang mempertimbangkan memperpanjang pembatasan tersebut hingga Oktober. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani