Ancaman pasokan energi global tidak hanya muncul dari penutupan Selat Hormuz. Kerusakan di sejumlah aset energi vital di Timur Tengah berpotensi membatasi suplai global, termasuk Asia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengklaim kondisi pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquified petroleum gas (LPG) terpenuhi dengan baik.
Apindo memperingatkan Dampak Konflik AS Iran yang picu kenaikan biaya energi global akan menaikkan harga produksi dan barang konsumsi seperti makanan olahan di Indonesia.
Harga Minyak Dunia anjlok setelah laporan upaya diplomatik AS untuk gencatan senjata dengan Iran, meskipun ada pengiriman pasukan tambahan ke Timur Tengah.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr tetapkan Keadaan Darurat Energi nasional sebagai respons atas krisis global yang dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah.
Saudi Aramco kembali memangkas pasokan minyak mentah ke pembeli di Asia pada April 2026 akibat gangguan perdagangan di Selat Hormuz, memperketat pasokan global.