Harga minyak dunia mencetak kenaikan lima hari beruntun, tertinggi sejak awal 2026, didorong ketegangan perundingan AS-Iran yang mengancam pasokan global.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis bensin seperti Pertamax berpotensi naik.
Sejumlah saham sektor energi, khususnya minyak bumi, bergerak naik pada perdagangan Senin (20/4). Kenaikan ini dipicu lonjakan harga minyak dunia setelah Angkatan Laut AS menyita kapal Iran, kemarin.
Para analis dan perhitungan Reuters memperkirakan, dampak lanjutan dari krisis minyak akibat perang Iran akan terasa selama berbulan-bulan, bahkan hingga bertahun-tahun ke depan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan impor minyak mentah (crude) asal Rusia kemungkinan dikirim ke Indonesia mulai bulan ini.
Pemerintah memastikan impor minyak mentah dari Rusia untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui kerja sama jangka panjang, seperti disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Menteri Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) Doug Burgum mengatakan sejumlah negara Asia ingin membeli lebih banyak pasokan energi dari Amerika Serikat (AS).
Nilai Tukar Rupiah diprediksi menguat terhadap Dolar AS pada perdagangan hari ini, didorong oleh membaiknya sentimen pasar global dan penurunan harga minyak dunia menurut analis.
Harga Minyak Dunia turun tajam setelah Amerika Serikat dan Iran membuka sinyal untuk kembali berunding, meredakan ketegangan di Selat Hormuz yang sempat picu kekhawatiran pasokan.