Atasi Antrean di SPBU Bali, Pertamina Tambah Pasokan BBM 20,5 Ribu KL

ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/YU
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di SPBU kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (7/10/2026). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti pertalite dan biosolar dipastikan tidak naik hingga akhir tahun 2026 untuk mengendalikan inflasi serta melindungi daya beli masyarakat menengah ke bawah.
13/10/2026, 14.10 WIB

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menambah pasokan BBM 20.500 kilo liter (KL) ke daerah Bali. Kebijakan itu untuk mengatasi antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun bahan bakar umum (SPBU) wilayah tersebut.

Tambahan pasokan yang diangkut melalui kapal terdiri atas muatan 18.000 KL Pertalite dan 2.500 KL Pertamax. Kedatangan kapal tersebut mendukung percepatan distribusi BBM ke SPBU untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga kelancaran pelayanan.

“Dengan sandarnya kapal pengangkut BBM, kami memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Penyaluran ke SPBU terus kami optimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, dalam siaran pers, dikutip Selasa (13/10).

Dia menyebut rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 KL per hari. Tingkat konsumsi tersebut menjadi salah satu acuan Pertamina Patra Niaga dalam merencanakan pasokan dan mengatur prioritas distribusi agar kebutuhan SPBU dapat terpenuhi sesuai kondisi di lapangan.

Tak hanya itu, Pertamina Patra Niaga juga telah menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut BBM secara bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026 melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis. Total muatan tersebut mencapai 26.200 KL. Jadwal kedatangan ini merupakan bagian dari upaya memastikan pasokan tetap terjaga dan kebutuhan BBM masyarakat Bali terpenuhi.

Sejalan dengan rencana tersebut, Pertamina Patra Niaga terus mengoptimalkan proses pembongkaran muatan dan distribusi dari terminal ke SPBU, sekaligus mengevaluasi kebutuhan berdasarkan perkembangan stok dan konsumsi di setiap wilayah.

“Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Masyarakat juga diharapkan mengacu pada kanal komunikasi resmi Pertamina untuk memperoleh informasi yang akurat dan terverifikasi,” ujarnya.

Perusahaan meminta agar masyarakat memperoleh informasi atau menyampaikan pengaduan terkait layanan dan produk Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani