Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan evaluasi terhadap model bisnis PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Prabowo meminta agar BUMN ini meningkatkan efisiensi dan produktivitas sehingga terjadi perbaikan kinerja keuangan dan penurunan kebutuhan subsidi.
“Pesan Bapak Presiden transformasi ini bisa dilakukan secara menyeluruh, sehingga juga bisa mengurangi subsidi dan atau dalam rangka meningkatkan efisiensi dan produktivitas PLN,” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani usai mengikuti rapat terbatas di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (14/10).
Selain mengevaluasi model bisnis PLN, menurut Rosan, Prabowo juga meminta percepatan pemanfaatan panel surya berkapasitas 100 gigawatt (GW). Langkah itu diharapkan menjadi bagian dari strategi transformasi PLN untuk memperbaiki kinerja perusahaan sekaligus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan.
Rosan belum memaparkan skema perubahan model bisnis PLN maupun mekanisme percepatan target panel surya tersebut. Ia mengatakan, pihaknya akan terlebih dahulu menyusun usulan berdasarkan hasil asesmen bersama tim PLN sebelum menyampaikannya kembali kepada presiden.
“Kami akan melihat-lihat lagi mengenai bisnis modelnya, bagaimana agar ini lebih efisien dan juga berdampak positif terhadap perekonomian secara keseluruhan,” ujarnya.
Pihaknya juga akan mendorong PLN mengevaluasi rencana cadangan untuk menghadapi berbagai kondisi darurat yang berpotensi mengganggu pasokan listrik. Rosan menyampaikan, PLN telah memiliki rencana cadangan, tetapi perusahaan masih perlu menyempurnakan mekanisme tersebut agar lebih siap menghadapi gangguan di seluruh wilayah Indonesia.
“Apabila ada kejadian, maka backup plan-nya seperti apa. Nah itu yang juga harus terus dilakukan di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Pembahasan transformasi PLN kali ini berlangsung setelah adanya peristiwa gangguan listrik massal di Batam dan sebagian wilayah Bintan, Kepulauan Riau. Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar mengatakan, pertumbuhan ekonomi meningkatkan permintaan listrik sehingga perusahaan perlu memperkuat keandalan sistem dan pemeliharaan peralatan.
PLN juga akan mengevaluasi pemeliharaan instalasi kelistrikan, termasuk peralatan yang mengalami gangguan di Batam. “Kami menyadari banyak yang harus ditingkatkan, termasuk yang ada di Batam ini, sehingga kemarin ada gangguan di salah satu transformator menyebabkan padam yang mengurangi pelayanan kepada masyarakat,” ujar Suroso pada kesempatan serupa.