Jejak Karier Suroso Isnadar, Doktor ITB yang Kini Jadi Dirut Baru PLN

Linkedin/Suroso Isnandar
Direktur Utama PLN Suroso Isnandar.
Penulis: Agustiyanti
14/10/2026, 20.57 WIB

Rapat Umum Pemegang Saham PT PLN pada Rabu malam (14/10) menunjuk Suroso Isnandar sebagai direktur utama, menggantikan Darmawan Prasodjo. 

“Pak Darmawan Prasodjo digantikan oleh Pak Suroso Isnandar,” ujar Komisaris Independen PLN, Andi Arief kepada Katadata, Rabu (14/10).

Suroso sebelumnya menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN. Ia masih akan merangkap jabatan tersebut hingga terdapat penggantinya. 

RUPS dilakukan melalui pertemuan virtual melalui aplikasi zoom dan dihadiri oleh seluruh direksi, komisaris dan BP BUMN.  “Pelaksanaannya pukul 18.30 WIB sampai dengan selesai,” ujarnya.

Pergantian pucuk pimpinan PLN ini terjadi menyusul terjadi insiden pemadaman listrik massal di Batam dan Kepulauan Riau pada Senin (12/10) selama 16 jam.

Darmawan sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PLN sejak Desember 2021. Ia kemudian ditunjuk kembali untuk periode kedua pada 14 November 2024. Secara umum, masa jabatan direksi PLN adalah lima tahun dan dapat diangkat kembali satu kali, tetapi RUPS berhak mengganti direksi sebelum masa jabatannya berakhir.

Adapun sebelum RUPS digelar, Suroso sempat menghadiri rapat Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia dan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani bersama Presiden Prabowo di Istana Merdeka pada siang ini.

Rosan usai rapat menjelaskan, presiden menginstruksikan evaluasi terhadap model bisnis PLN. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sehingga kinerja keuangan PLN diharapkan membaik dan subsidi dapat ditekan. 

Rekam Jejak Suroso Isnandar

Suroso adalah insinyur, akademisi, dan profesional Indonesia yang menghabiskan kariernya di bidang ketenagalistrikan. Ia memperoleh gelar Sarjana Teknik di ITB pada 1994 dan meraih gelar Master of Science dalam Power System Engineering and Management. 

Ia sebenarnya  memperoleh kesempatan melanjutkan penelitian doktoral di universitas yang sama dengan fokus pada ''smart grid'' dan kecerdasan buatan. Namun, penelitian tersebut tidak diselesaikannya setelah pendanaan riset dihentikan. 

Ia akhirnya kembali ke ITB untuk menyelesaikan pendidikan doktoral pada bidang Teknik Elektro di ITB.

Sebelum bergabung di PLN, Suroso memulai karier di perusahaan swasta hingga kemudian sempat bekerja di ScottishPower Generation pada 2002 sampai 2007. Ia ditempatkan di PLTU Longannet, pembangkit listrik terbesar di Skotlandia saat itu. Ia pun terlibat dalam pekerjaan ''refurbishment'' untuk memperpanjang usia operasi pembangkit. 

Suroso kemudian bergabung dengan PLN pada 2007 sebagai staf ahli dan kemudian ditempatkan di Divisi Perencanaan Sistem yang bertanggung jawab terhadap perencanaan pembangunan dan pengembangan sistem ketenagalistrikan.

Selama berkarier di PLN, Suroso beberapa kali dipercaya menduduki sejumlah jabatan manajerial. Pada periode 2019–2021, ia menjabat sebagai General Manager PT PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi. Kariernya kemudian berlanjut sebagai General Manager Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (Jawa-Bali) pada periode 2021–2022.

Selanjutnya, pada periode 2022–2023, Suroso dipercaya menjadi Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi. Ia kemudian diangkat sebagai Direktur Manajemen Risiko pada September 2023 dan ditunjuk sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan sejak 18 Juni 2025.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani