Bahlil: Pendangkalan Sungai Picu BBM Langka di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi

ANTARA FOTO/Ferlian Septa Wahyusa/bar/agr
Foto udara kendaraan angkutan barang mengantre untuk mengisi BBM jenis solar bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Ring Road, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (6/10/2026). Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan antrean di sejumlah SPBU di Provinsi Sulawesi Utara terjadi akibat tingginya permintaan BBM dan meminta masyarakat agar tidak panik menyikapi meningkatnya antrean di sejumlah SPBU karena pasokan maupun distribusi BBM dalam kondisi aman.
19/10/2026, 16.20 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut pendangkalan sungai menjadi salah satu penyebab kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. Kondisi itu disebut menghambat proses distribusi BBM melalui jalur sungai sehingga memengaruhi kelancaran pasokan.

Bahlil mengatakan pendangkalan sungai membatasi pergerakan kapal pengangkut BBM, terutama pada jalur distribusi yang mengandalkan transportasi air. Situasi pendangkalan Sungai disebut menjadi kendala penyaluran BBM di sejumlah daerah.

Ia menyampaikan keterangan tersebut seusai menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Pasokan BBM di Terminal Sangaran pada Senin (19/10). Rapat kali itu turut dihadiri oleh Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri.

“Beberapa tempat di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, tadi Pak Dirut Pertamina menyampaikan kepada saya, ada beberapa wilayah yang tadinya distribusi kapal pakai sungai. Sekarang sebagian sungai pendangkalan akibat cuaca,” kata Bahlil.

Ia menyampaikan pemerintah saat ini telah mengantisipasi hambatan logistik tersebut agar keterlambatan pengiriman tidak berlangsung lebih lama dan mengganggu ketersediaan BBM di masyarakat.

“Karena pendangkalan, maka kapal yang tadinya bisa masuk dengan skala besar itu tidak bisa (masuk) lagi. Jadi kami mengalihkan dengan transportasi darat, dan itu sebagian memakan waktu,” ujar Bahlil.

Kelangkan BBM Terjadi di Sejumlah Wilayah

Sejumlah masyarakat di beberapa daerah mengalami kelangkaan BBM bekalangan ini, salah satunya di Bali. Selain itu antrean juga terjadi di banyak daerah di Sumatera seperti Medan, Padang, Bengkulu, Riau, hingga Lampung. Situasi serupa juga terjadi di Kalimantan, antara lain di Pontianak, Banjarmasin, Ketapang, Senggau, hingga Sintang.

Adapun kelangkaan BBM di Sulawesi juga terjadi di Gorontalo, Mamuju, Makassar, serta Manado. Guna mengatasi hal itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyiapkan tambahan pasokan 5 juta liter Pertalite untuk memperkuat ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Manado dan wilayah sekitarnya.

Pasokan tersebut diangkut menggunakan kapal tanker MT Maritim Khatulistiwa menuju Integrated Terminal (IT) Bitung, Sulawesi Utara. Pertamina mempercepat penguatan pasokan tersebut menyusul antrean pengisian Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Manado dan sekitarnya.

Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan perusahaan terus mengupayakan percepatan pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami terus mengupayakan percepatan penguatan pasokan, mulai dari pemantauan perjalanan kapal, kesiapan penerimaan di terminal, hingga penyaluran ke SPBU agar pasokan tambahan dapat segera didistribusikan setelah tiba,” kata Lilik dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu