Bahlil Targetkan Realisasi PNBP ESDM Rp 165 Triliun pada 2026
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menargetkan realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor ESDM mencapai Rp 165 triliun tahun ini.
Angka itu lebih tinggi 20,44% dibandingkan dengan target yang dipatok dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mencapai Rp 137 triliun. "Saya menargetkan PNBP kami, dari target Rp 137 triliun, harus bisa mencapai Rp 165 triliun," kata Bahlil dalam siaran pers, dikutip Sabtu (24/10).
Berdasarkan data Kementerian ESDM, realisasi PNBP di sektor tersebut sudah mencapai Rp 127,71 triliun per September 2026. Jumlah itu telah mencapai 93,78% dari target yang ditetapkan. Tahun lalu, PNBP Kementerian ESDM mencapai Rp 138,4 triliun atau 108,56% dari target Rp 127,49 triliun.
ESDM menyebut jumlah PNBP tetap terjaga meski pemerintah menahan laju produksi batu bara. Produksi tahun ini dipangkas lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang bengkak di atas 800 juta ton.
Hal itu dilakukan karena pemerintah memilih nilai tambah, bukan sekadar volume. Hasilnya, PNBP batu bara telah mencapai 92,02% dari target APBN per September 2026.
Tak hanya dari batu bara, ESDM menyebut PNBP sektor hulu migas ikut menopang. Pada 2025, lifting minyak melampaui target untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir, mencapai sekitar 605,9 ribu barel per hari. Tren penurunan yang berlangsung satu dekade pun berhasil dibalikkan.
Di sisi hilir, lima dari 14 smelter terintegrasi telah selesai dengan investasi US$ 7,8 miliar dolar AS. Tahap berikutnya adalah pengembangan prekursor, katoda, hingga baterai agar nilai tambah benar-benar tinggal di dalam negeri.
Bahlil ingin nikel Indonesia menjadi jantung industri hijau dunia dengan pabrik yang berdiri di Tanah Air. Syaratnya, pertambangan harus patuh pada kewajiban dalam negeri, reklamasi, dan keselamatan kerja.
Secara keseluruhan, investasi sektor ESDM mencapai US$ 31,97 miliar pada 2025. "Capaian ini adalah fondasi, bukan garis akhir," ujar Bahlil.
Untuk mengejar target baru, Bahlil meminta seluruh insan ESDM bekerja jujur, berani memutuskan, dan menuntaskan setiap target. Ia mengingatkan agar jajarannya tidak berhenti di atas kertas.
"Jangan hanya bikin konsep, konsep, konsep terus, tidak pernah mengeksekusi konsep," katanya.