Laba Bersih Samator Melonjak Hampir 80%, Margin Menguat pada 9M26

Dok. Samator Indo Gas
Samator Indo Gas membukukan pendapatan Rp2,38 triliun dan laba bersih Rp114,3 miliar pada sembilan bulan pertama 2026. Laba bersih tersebut meningkat hampir 80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didukung pertumbuhan penjualan dan efisiensi operasional.
29/10/2026, 12.37 WIB

Jakarta — PT Samator Indo Gas Tbk ("Samator" atau "Perseroan"; IDX: AGII), perusahaan gas industri dan medis terkemuka di Indonesia, mengumumkan laporan keuangan konsolidasi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 (9M26), Kamis (29/10).

Perseroan mencatatkan ekspansi margin yang konsisten dan lonjakan laba bersih hampir 80% secara tahunan (YoY) pada 9M26.

Pencapaian ini ditopang oleh kinerja kuartal terkuat sepanjang tahun 2026, yang menyumbangkan laba bersih sebesar Rp46,9 miliar (+18,2% YoY) dan EBITDA sebesar Rp229,3 miliar (+12,1% YoY).

Didorong penerapan solusi teknologi mutakhir seperti oxyfuel burner dan pertumbuhan volume penjualan yang konsisten di pasar-pasar utama, pendapatan Samator tumbuh 7,5% (YoY) menjadi Rp2,38 triliun.

Angka ini menunjukkan Samator tetap konsisten bertumbuh sesuai target yakni di level 1–1,5 kali pertumbuhan PDB nasional, sekaligus mencerminkan peran strategis Perseroan sebagai mitra strategis yang mendukung agenda prioritas pemerintah dengan menopang sektor industri dan kesehatan di tengah resiliensi ekonomi Indonesia.

Pertumbuhan pendapatan tersebut diimbangi dengan pengendalian biaya yang disiplin. Beban pokok penjualan tercatat hanya naik 4,34%, jauh lebih rendah dari laju pertumbuhan pendapatan.

Hasilnya, laba kotor Perseroan terangkat 11,2% menjadi Rp1,13 triliun, dengan ekspansi margin laba kotor dari 46,0% pada 9M25 menjadi 47,6%. Penguatan profitabilitas ini ditopang oleh operating leverage serta efisiensi biaya pabrik, khususnya penurunan biaya listrik dan tenaga kerja per unit.

Di tengah peningkatan aktivitas penjualan dan distribusi di pasar-pasar utama, beban usaha tetap terkendali dengan kenaikan 8,4% YoY melalui disiplin pengelolaan biaya non-esensial.

Pengendalian biaya yang disertai penguatan profitabilitas turut mendorong laba bersih Perseroan melonjak 79% YoY menjadi Rp114,3 miliar, dari Rp63,9 miliar pada 9M25.  Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tumbuh 82% menjadi Rp110,3 miliar, dibandingkan Rp60,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan ini semakin diperkuat oleh penurunan beban keuangan bersih seiring berkurangnya saldo pinjaman (deleveraging) serta meningkatnya pendapatan bunga dari pengelolaan kas yang optimal.

Manajemen: Efisiensi dan Optimalisasi Operasional Dorong Pertumbuhan Laba 

Samator mencatatkan kinerja keuangan yang positif, ditandai dengan pertumbuhan laba dan EBITDA dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Kinerja positif selama sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan ketahanan fundamental bisnis Samator Indo Gas. Pertumbuhan laba kotor dan EBITDA, disertai kenaikan laba bersih, mencerminkan upaya kami memperkuat kinerja operasional secara konsisten,” ujar Rachmat Harsono, Direktur Utama Samator.

Ia menambahkan, “Sejalan dengan komitmen Empowering Industry, Enriching Lives, kami tidak hanya memasok gas, tetapi juga menghadirkan solusi untuk kebutuhan pelanggan dan tantangan nasional. Di antaranya, penerapan teknologi oxyfuel burner bagi industri kaca dan keramik yang menghadapi keterbatasan pasokan gas alam, serta penyediaan dry ice kepada BMKG untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.”

Samator terus menjaga keandalan pasokan gas industri untuk mendukung sektor kesehatan serta industri strategis nasional, mulai dari manufaktur hingga pengolahan logam dan elektronik.

Upaya ini diperkuat melalui penerapan prinsip Safety, Health and Environment (SHE), prosedur kerja terstandarisasi, serta budaya keselamatan di setiap lini operasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengujian hidrostatis 100% pada seluruh tabung Samator guna memastikan kepatuhan standar keselamatan tertinggi.

Kepercayaan pelanggan juga tercermin dari perpanjangan kontrak jangka panjang dengan sejumlah perusahaan PMA dan PMDN. Didukung oleh kontrak on-site, skema minimum take-or-pay, serta jaringan layanan kesehatan yang luas, Samator memiliki fondasi pendapatan yang kuat dan berkelanjutan.

Di tengah kenaikan biaya operasional, Perseroan tetap mampu menjaga profitabilitas melalui penyesuaian harga yang terukur.

Memasuki kuartal terakhir 2026, Samator optimistis mempertahankan momentum pertumbuhan, memperkuat kemitraan strategis dengan pelanggan, serta terus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Struktur Keuangan Semakin Solid, Rasio Utang terhadap EBITDA Menurun

Samator terus menjaga kesehatan neraca keuangan Perseroan. Rasio kecukupan EBITDA terhadap beban bunga (EBITDA to Interest Expense Coverage) meningkat menjadi 3,1x (9M25: 2,7x). Kenaikan ini mencerminkan kapasitas Perseroan yang sangat memadai dalam memenuhi kewajibannya.

Sementara itu, rasio Utang Bersih terhadap EBITDA (Net Debt to EBITDA) membaik menjadi 3,45x (9M25: 3,94x), didorong oleh ekspansi EBITDA yang solid sebesar 11%, dan diimbangi dengan perolehan arus kas operasional yang stabil serta inisiatif penurunan tingkat utang (deleveraging) yang berkelanjutan.

Samator Optimistis Pertumbuhan Profitabel Berlanjut hingga Akhir 2026

Dengan lonjakan laba bersih 9M26 yang mencapai hampir 80% YoY, ditopang oleh pertumbuhan EBITDA dua digit yang solid, Samator optimistis memasuki penghujung tahun dengan dorongan kinerja operasional dan keuangan yang kuat.

Fokus strategis Perseroan tetap jelas, yaitu melayani pertumbuhan permintaan struktural di sektor kesehatan dan industri utama, mempertahankan keunggulan operasional secara ketat di seluruh rantai nilai, serta berinvestasi secara terukur dalam penambahan kapasitas berorientasi kontrak.

Perseroan optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan yang profitabel hingga akhir tahun 2026. 

Ikhtisar Kinerja Keuangan 9M26

  • Penjualan Bersih: Rp2,38 triliun, naik 7,5% YoY (9M25: Rp2,21 triliun). 
  • Laba Kotor: Rp1,13 triliun, naik 11,2% YoY (9M25: Rp1,02 triliun); margin laba kotor meningkat 158 basis poin menjadi 47,6%.
  • EBITDA Terlaporkan: Rp709,4 miliar, naik 10,7% YoY (9M25: Rp640,8 miliar); Marjin EBITDA 29,9%.
  • EBITDA Disesuaikan: Rp704,8 miliar, meningkat 12,4% YoY (9M25: Rp627,2 miliar), di luar pos non-rutin bersih sebesar Rp4,6 miliar.
  • Laba Bersih: Rp114,3 miliar, naik 79% YoY (9M25: Rp63,9 miliar); laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk: Rp110,3 miliar, naik 82% secara tahunan dari Rp60,6 miliar.
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.