Teken 84 Kerja Sama, Trade Expo Catat Kontrak Dagang Rp 7,9 Triliun

Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi Trade Expo Indonesia (TEI). Hingga dua hari digelar, TEI membukukan kontrak dagang US$ 561,7 juta atau sekitar Rp 7,9 triliun.
Penulis: Rizky Alika
Editor: Ekarina
18/10/2019, 13.43 WIB

Pameran perdagangan internasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 selama dua hari digelar  membukukan kontrak dagang US$ 561,7 juta atau sekitar Rp 7,9 triliun (kurs Rp 14.143 per dolar AS). Nilai tersebut didapat dari 84  nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang ditandatangani bersama 33 negara. 

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Dody Edward mengatakan, secara rinci, pada hari pertama, pameran dagang ini berhasil membukukan MoU dagang sebesar US$ 392,4 juta. Nilai kontrak tersebut berasal dari 54 MoU misi pembelian dengan 17 negara.

"Sedangkan hari kedua, transaksi yang dicatat TEI  sebesar US$ 169,3 juta dari 32 MoU misi pembelian dengan 14 negara," ujar Dody dalam siaran pers, Jumat (18/10).

Adapun, keempatbelas negara yang menandatangani kontrak misi pembelian pada hari kedua antara lain Vietnam, Filipina, Tiongkok, Mesir, Jerman, Inggris, Singapura, Nigeria, Australia, Taiwan, Malaysia, Arab Saudi, Irak, dan Yordania.

(Baca: Kemendag Targetkan Transaksi Trade Expo Tembus Rp 137 Trilun, Naik 15%)

Sementara produk yang diminati pada hari kedua yaitu sarang burung walet, kopi, bumbu masakan, produk kertas, biji vanili, plastik, sayuran, buah-buahan, makanan laut, kaos kaki hala. Kemudian, ada pula produk pemanis buatan, bubuk cabai penyedap, biji wijen, hasil perkebunan, produk makanan dan minuman, sabun, serta makanan olahan.

Dody menegaskan, program misi pembelian terus dilakukan Kementerian Perdagangan sebagai upaya peningkatan ekspor nasional. Misi pembelian merupakan salah satu promosi yang disediakan Kemendag untuk membantu dunia usaha.

Dody berharap, capaian misi pembelian akan terus meningkat. "Ini mengingat kegiatan TEI masih terus berjalan,” ujar Dody.

(Baca: Pacu Ekspor, Kemendag Bidik Penyelesaian 12 Perjanjian Dagang di 2020)

Reporter: Rizky Alika