Kemendag Targetkan Transaksi Trade Expo Tembus Rp 137 Trilun, Naik 15%

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ekarina

16/10/2019, 18.18 WIB

Pada TEI tahun ini, Kemendag akan meningkatkan fokus pada produk-produk unggulan Indonesia seperti tekstil serta makanan dan minuman.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) mengunjungi booth pameran usai membuka Trade Expo Indonesia 2019 di Indonesia Convention Exhibition BSD, Tangerang, Banten, Rabu (16/10/2019).
ANTARA FOTO/Fauzan
Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) mengunjungi booth pameran usai membuka Trade Expo Indonesia 2019 di Indonesia Convention Exhibition BSD, Tangerang, Banten, Rabu (16/10/2019).

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menargetkan transaksi investasi, jasa dan perdagangan pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 tumbuh 15% menjadi US$ 9,71 miliar atau setara Rp 137,6 triliun (kurs Rp 14.171 per US$) dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun pada 2018, pameran dagang internasional tersebut mencatat total transaksi senilai US$ 8,45 miliar.

"Mudah-mudahan dapat mencapai total transaksi ekspor dan investasi dengan target meningkat 15% dari tahun sebelumnya," kata dia di ICE BSD, Tangerang, Rabu (16/10).

Menurutnya, TEI berhasil diselenggarakan tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama tiga tahun terakhir. Hal ini menunjukkan adanya kerja sama yang baik antara pengusaha dan mitra dagang.

(Baca: JK Ucapkan Salam Perpisahan ke Pengusaha di Trade Expo Indonesia)

Melalui TEI, pemerintah juga mengklaim telah mampu mengekspor sarang burung walet, manggis, mangga, nanas, hingga hasil laut. Adapun pada TEI tahun ini, Kemendag akan meningkatkan fokus pada produk-produk unggulan Indonesia seperti tekstil serta makanan dan minuman.

Menurut catatan Kementerian Perdagangan, pada TEI 2019 setidaknya terdapat 1.497 perusahaan nasional yang memamerkan produk dan jasa, mulai dari produk manufaktur, produk kreatif inovatif, industri strategis, hingga kerajinan. Hingga 15 Oktober 2019, telah terdaftar 6.025 buyers dari 120 negara.

Negara-negara dengan jumlah pembeli (buyers) terbanyak, di antranya adalah Malaysia, Arab Saudi, Nigeria, Tiongkok, India, Thailand, Amerika Serikat (AS), Filipina, dan Sri Lanka.

Dari jumlah buyers yang telah mendaftar, terdapat 10.079 permintaan terhadap produk unggulan Indonesia, yaitu kopi, makanan dan minuman dalam kemasan, produk bahan makanan, tekstil dan garmen, serta kerajinan tangan.

(Baca: Jokowi Minta Menteri Saling Kerja Sama Gaet Investasi di Dubai Expo)

Mendag mengungkapkan, pihaknya mencatat bakal ada sekitar 84 penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan 25 negara terkait program misi pembelian (buying mission).  Negara yang berpartisipasi di antaranya yaitu Jepang, Malaysia, Spanyol, Somalia, India, dan Australia.

Berbagai produk yang diminati beberapa negara tersebut antara lain batu bara, sarang burung walet, kertas, kopi, plastik, minyak nabati, sayuran dan buah-buahan, makanan laut, makanan olahan, hasil perkebunan, boneka, rempah-rempah, karet, arang kelapa, minyak kelapa murni (VCO), alat kesehatan, besi baja, dan baja anti karat.

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan